.

Total Tayangan Laman

WARNINGGGG !!!!!!!!!!!!!! Jangan DiCopas (Copy Paste) Ya..Hanya Untuk Dijadikan Referensi Aja Ya Mas & Mba Broo...Awas Hindari Tu Yang Namanya Copy Paste

Digital clock

Senin, 03 Desember 2012

SUMBER DANA UNTUK PEMBANGUNAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Menciptakan kesejahteraan adalah tujuan dari pendirian suatu negara. Kesejahteraan akan menciptakan suatu tatanan masyarakat madani yang beradab dan mempunyai budaya yang maju. Kesejahteraan akan membuat stabilitas keamanan dan eksistensi sebuah negara lebih terjamin. Kesejahteraan memang adalah tolak ukur nyata akan maju atau tidaknya sebuah negara. Minimal ini yang dibuktikan oleh fakta yang terjadi sekarang, dimana negara-negara dengan tingkat kesejahteraan tinggi, tampil menjadi pemimpin dunia.
Untuk mencapai tatanan masyarakat yang sejahtera, pembangunan ekonomi adalah salah satu kuncinya, walau ekonomi memang bukan satu-satunya faktor pembentukan masyarakat madani. Pembangunan kualitas sumber daya manusia juga merupakan kata kunci penting lainnya, tapi setidaknya kestabilan kondisi ekonomi akan memberikan jaminan faktor-faktor lain untuk berkembang menjadi lebih mudah.
Untuk menciptakan pembangunan ekonomi, selain faktor modal, tersedianya tenaga ahli dalam berbagai bidang, entrepreneur (pebisnis) yang cukup, sistem pemerintahan yang efisien, kesanggupan untuk menciptakan dan menggunakan teknologi moderen dan sikap masyarakat, memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menciptakan pembangunan ekonomi (Sukirno,1981). Bahkan, Adam Smith berpendapat bahwa pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh faktor Hukum Alam, karena setiap orang jika dibiarkan bebas akan berusaha memaksimalkan kesejahteraan dirinya sendiri, karena itu jika semua orang dibiarkan bebas, akan memaksimalkan kesejahteraan mereka secara agregat (Jhingan, 2008).



B.     Rumusan masalah
A.    Bagaimana pengarahan sumber dana untuk pembagunan ?
B.     Apa saja sumber dana pembagunan tersebut ?
C.     Bagaimanakah cara menaikan tabungan pemerintah ?
D.    Bagaimanakah konsep anggaran belanja devisit sebagai cara pengarahan modal ?
E.     Bagaimanakah konsep inflasi dan pembagunan ekonomi ?
F.      Bagaimanakah konsep dana yang berasal dari luar negri ?
C.    Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain :
  1. Memberikan pemahaman kepada rekan-rekan mahasiswa tentang materi yang bersangkutan yaitu Sumber Dana Untuk Pembangunan
  2. Sebagai referensi belajar, baik bagi kelompok penyaji maupun bagi rekan-rekan mahasiswa.
  3. Sebagai bahan persentasi kepada rekan-rekan mahasiswa.
  4. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Teori Ekonomi Mikro I.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sumber Dana Untuk Pembangunan
Tingkat kemakmuran yang relative rendah di negara berkembang menimbulkan implikasi penting terhadap kemampuan negara melakukan penanaman modal. Kemakmuran masyarakat yang rendah tersebut menyebabkan
·         Tingkat tabungan yang dapat di wujudkan masyarakat relative terbatas
·         Kemampuan warga untuk membayar pajak juga terbatas.
Semakain lama negara berkembang semakin menyadari bahwa tersedianya modal belumlah syarat yang cukup untuk menciptakan pembangunan. Pada mulanya banyak kalangan menilai bahwa modal memegang peranan yang sangat penting dan paling menentukan dalam menciptakan pembangunan ekonomi.
Namun demikian, walu diakui modal dalam pembangunan tidaklah sepenting seperti anggapan semula, ahli-ahli ekonomi tetap yakin dana mempunyai kedudukan istimewa dalam pembangunan.
Usaha pengerahan modal untuk pembangunan dapat dibedakan kepada pengarahan modal dalam negeri dan pengarahan modal luar negeri. Modal yang berasal dari dalam negeri bersala dari tida sumber : tabungan sukarela masyarakat, tabungan pemerintah dan tabungan paksa. Modal yang berasal dari luar negeri dapat dibedakan dalam tiga jenis, yaitu bantuan luar negeri, pinjaman luar negeri dan penanaman modal asing.




B.     Tabungan Sukarela Masyarakat
Yang dimaksud tabungan sukarela masyarakat adalah bagian pendapatan yang diterima masyarakat yang secara sukarela tidak digunakan untuk konsumsi.
Tabungan masyarakat baru akan memberikan sumbangan kepada usaha pembangunan apabila :
ü  Para peminjam menggunakan tabungan secara produktif, yaitu modal yang mereka pinjam akan digunakan untuk menaikan produksi barang dan jasa dalam masyarakat.
ü  Tabungan di alirkan ke badan- badan keuangan dan selanjutnya badan-badan keuangan meminjamkanya kepada para pengusaha yang ingin melakukan penanaman modal yang produktif
ü  Salah satu Fakator yang menentukan tingkat tabungan sukarela adalah tingkat pendapatan per kapita tersebut (Chenery dan Sirquin Bab 7)
a.       Langkah – langkah untuk Meningkatkan Tabungan Sukarela
Dalam membahas masalah tabungan sukarela, perlulah dibedakan dua pengertian berikut : kesanggupan menabung (ability to save) dan keamanan untuk menabung (willingness to save)
b.      Peranan Pasar Modal dan Pengumpul Dana Lain
Salah satu faktor yang membedakan kesanggupan menabung dan kemauan untuk menabung adalah ketidaksempurnaan badan – badan keungan. Badan – badan keungan di negara berkembang masih belum mampu secara maksimal mengerahkan potensi tabungan yang ada dalam masyarakat dan mengalirkannya ke kegiatan – kegiatan ekonomi yang produktif.
                                  

c.       Peranan Bank Komersial
Di negara – negara di mana pasar modal dan pasar uang belum cukup berkembang, pengerahan tabungan sukarela terutama dilakukan oleh bank-bank komersial. Bank ini bukan saja menampung tabungan masyarakat tetapi menampung pula dana masyarakat dan dana perusahaan yang belum digunakan.
d.      Peranan kestabilan perekonomian
Di samping menggiatkan usaha – usaha untuk menyempurnakan keadaan lembaga keuangan, dan mempertinggi kemauan menabung, pemerintah haruslah berusaha untuk mestabilkan keadaan perekonomian.
C.    Menaikkan Tabungan Pemerintah
 Tabungan pemerintah merupakan kelebihan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber  sumber lainnya, setelah pendapatan itu digunakan untuk pengeluaran rutin. Pendapatan pemerintah terutama diperoleh dari pemungutan berbagai pajak.
a.       Pajak Sebagai Sumber Pendapatan Pemerintah
Berbagai jenis pajak yang dipungut perintah biasanya dibedakan dalam dua golongan, yaitu pajak langsung (derect taxes) dan pajak tidak langsung (indirect taxes)
b.      Beberapa Kebijakan Untuk Menaikan Pendapatan dari Pajak
Sebagai salah satu kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan perlulah dilakukan usaha untuk meningkatkan tabugan pemerintah. Tjunan ini hanya dapat di capai apabila tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat pengeluaran rutin pemerintah.
c.       Syarat untuk Menaikan Pendapatan Pajak Langsung
Di negara berkembang masih terdapat kemungkinan untuk menaikan penerimaan pemerintah dari pajak langsung, terutama dari pajak pendapatan dan pajak kekayaan.
Harus di akui bahwa meningkatkan penerimaan pemerintah dari sumber tersebut akan menghadapi kesulitan.
d.      Meningkatkan Penerimaan Pajak dari Sektor Pertanian
Salah satu langkah untuk mengatasinya adalah menciptakan seuatu sistema perpajakan yang sesuai agar pendapatan pajak dari sektor pertanian, yang merupakan sektor terbesar di negara berkembang, dapat ditingkatkan.
·         Cara kedua adalah mengenakan pajak atas hasil dari tanah tersebut.
e.       Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Kekayaan
Satu jenis pajak langsung lain yang masih dapata diharapkan untuk menaikkan pendapatan pemerintah dari pajak adalah pajak kekayaan. Pajak seperti ini dapat dikenakkan kepada kekeyaan seseorang yang beupa tanah, rumah dan bangunan.
f.       Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Perusahaan
Satu sumber penting lain pendapatan pemerintah dari pajak langsung adalah pajak pendapatan perusahaan.
D.    Anggaran Belanja Defisit Sebagai Cara Pengerahan Modal
a.       Menaikkan Tabungan Pemerintah Melalui Penghematan
Sampai pada tingkat tertentu kekurangan tabungan pemerintah dapat diatasi dengan mengadakan penghematan dalam berbagai jenis pengeluaran rutin. Salah satu langkah umum yang dilakukan adalah mengurangi subsidi kepada perusahaan pemerintah, termasuk perusahaan vital seperti perusahaan air minum, listrik, dan angkutan kereta api.


b.      Sumber Pembiyaaan Anggaran Belanja Defisit
Apabila suatu negara mengambil langkah kebijakan anggran belanja deficit, maka deficit tersebut dapat dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan berikut : (i) meminjam dari masyarakat, lembaga-lembaga keungan di luar bank komersial (bank tabungan, perusahaan asuransi, pasar modal dan sebagainya), bank-bank komersial sentral; dan (ii) mencetak uang.
c.       Kelemahan Anggaran Belanja Defisit
Dalam analisis makroekonomi, anggaran belanja deficit merupakan kebijakan yang perlu dijalankan apabila perekonomian menghadapi masalah pengganguran serius.
d.      Melaksanakan Anggaran Belanja deficit Tanpa Inflasi
Di negara berkembang masih terdapat kemungkinan menerapkan anggaran belanja pemerintah secara deficit tanpa menimbulkan inflasi, yaitu apabila salah satu gabungan dari beberapa syarat yang diuraikan di bawah ini di penuhi.
Pertama, deficit yang terjadi terutama dibiayai oleh penjaman masyarakat dan lembaga-lembaga keungan di luar bank komersial dan bank sntral.
Kedua, secara umum dapat dikatakan bahwa di negara berkembang kegiatan pembangunan dalam setengah abad belakangan ini telah menyebabkan mereka sanggup menyediakan tenaga ahli, tenaga pendidikan, tenaga usahawan atau entrepreneur dan barang-barang modal yang cukup besar
Ketiga, anggaran belanja pemerintah secara deficit dapat juga dijalankan apabila cadangan valuta asing cukup besar atau pendapatan ekspornya jauh melebihi pengeluaran impor.


E.     Inflasi Dan Pembangunan Ekonomi
Walaupun pembangunan dibiyai dengan cara pembiyaan deficit merupakan salah satu jalan ke luar paling mudah untuk menutupi kekurangan dana pembangunan.
a.       Pandangan Golongan Monetaris
Golongan Monetaris menganggap bahwa disebabkan oleh kelebihan dalam penawaran uang dan permintaan agregat masyarakat. Padangan ini sejalan dengan pandangan teori konvensional, yaitu apabila permintaan terus bertambah, sedangkan kapasitas untuk memproduksikan barang-barang telah mencapai tingkat maksimal berarti penawaran tidak dapat ditambah lagi maka inflasi akan terjadi.
b.      Pandangan Golongan Strukturalis
Golongan Strukturalis pada hakikatnya berpendapat bahwa inflasi di negara berkembang disebabkan oleh kelemahan dalam struktur ekonomi. Menurut golongan strukturalis, walaupun dalam masyarakat tidak terdapat ekspansi moneter, inflasi dapat juga terjadi.
c.       Pandangan Umum Ahli-ahli Ekonomi
Banyak ahli-ahli ekonomi yang tidak menyetujui pelaksanaan kebijakan mempercepat pembangunan dengan menggunakan ekspansi moneter yang berlebih-lebihan sehingga menimbulkan masalah inflasi.
F.     Dana Yang Berasal Dari Luar Negeri
Seperti telah dinyatakan, sumber lain dari dana untuk pembangunan diperoleh dari luar negeri. Bentuknya dapat dibedakan kepada tiga golongan : bantuan luar negeri, pinjaman, dan penanaman modal asing. Dana luar negeri memberikan dua sumbangan penting kepada usaha pembangunan : (i) sebagai suplemen kepada dana pembangunan yang tersedia di dalam negeri; dan (ii) menambah aliran devisa kedalam negeri.
a.       Bantuan Luar Negeri
Aliran modal dari luar negeri dinamakan bantuan luar negeri apabila ia mempunyai dua cirri-ciri berikut: (i) aliran modal yang berlaku bukan didorong oleh tujuan untuk mencari keuntungan dan (ii) dana tersebut diberikan kepada negara penerima atau dipinjamkan dengan syarat yang lebih ringan daripada yang berlaku dalam pasar internasional.
b.      Cirri pinjaman Bersayarat Ringan
Besarnya unsure bantuan yang terkandung dalam pinjaman luar negeri tergantung pada syarat – sayarat pembayaran kembali, yaitu :
·         Kepda tenggang waktu (grace period) atau jangka waktu dalam cicilan pembayaran kembali pinjaman tidak perlu dilakukan.
·         Kepada jangka waktu pembayaran kembali ( maturity atau amortazion period)
·         Kepada tingkat bungan atas bantuan yang diberikan.









BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Pengerahan modal untuk sumber dana pembangunan dapat ditempuh dengan dua cara yaitu :
1)      .Modal dalam negeri berupa peningkatan tabungan sukarela masyarakat, tabungan pemerintah dan tabungan paksa.
2)      . Modal Pemerintah atau tabungan pemerintah, Tabungan pemerintah merupakan kelebihan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber – sumber lainnya, setelah pendapatan itu digunakan untuk pengeluaran rutin. Pendapatan pemerintah terutama diperoleh dari pemungutan berbagai pajak.
3)      . Pembangunan ekonomi yang telah berlangsung di negara maju maupun negera berkembang tidak memberikan gambaran yang seragam mengenai kaitan antara inflasi dan pembangunan ekonomi.
4)      . Demikian juga pembangunan ekonomi di negara Amerika Latin pada masa sesudah Perang Dunia II menunjukan gambaran yang sama coraknya dengan yang terjadi di negara maju.
B.        Saran
Tingkat kemakmuran yang relative rendah di negara berkembang menimbulkan implikasi penting terhadap kemampuan negara melakukan penanaman modal. Kemakmuran masyarakat yang rendah tersebut Seperti telah dinyatakan, sumber lain dari dana untuk pembangunan diperoleh dari luar negeri. Bentuknya dapat dibedakan kepada tiga golongan bantuan luar negeri, pinjaman, dan penanaman modal asing. Berbagai strategi untuk memenangkan persaingan dalam persaingan semacam ini juga sudah diajukan bahkan diterapkan dalam ekonomi yang telah berlangsung di negara maju maupun negera berkembang tidak memberikan gambaran yang seragam mengenai kaitan antara inflasi dan pembangunan ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Putong Iskandar ,dkk. 2010. Pengantar ekonomi pembangunan edisi 2. Jakarta : Media     
            Sukirno Sadono. 2004. Makroekonomi edisi 3. Jakarta : pt. raja grafindo persada
Nanga Muana. 2001. Makroekonomi, teori masalah dan kebijakan edisi perdana.
Dermawan Wibisono. Kebijakan industri Indonesia : Dalam situs google


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar