.

Total Tayangan Laman

WARNINGGGG !!!!!!!!!!!!!! Jangan DiCopas (Copy Paste) Ya..Hanya Untuk Dijadikan Referensi Aja Ya Mas & Mba Broo...Awas Hindari Tu Yang Namanya Copy Paste

Digital clock

Jumat, 07 Desember 2012

MOTIVASI BERWIRAUSAHA


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses dan kaya itu bukan bakat, dan juga tidak harus keturunan. Tapi, Sukses dan kaya itu mimpi atau visi. Mimpi yang menjadi kenyataan. Artinya, kalau kita tidak berusaha sama sekali untuk menjadi kaya, misalnya dengan jalan berwirausaha, maka mana mungkin kekayaan itu kita dapat. Terlepas dari itu, tapi yang jelas, semua orang pasti punya mimpi. Setiap kita menjalankan bisnis apapun, sebenarnya yang kita cari bukanlah semata-mata uang atau ingin kaya. Tapi, karena adanya keinginan kita untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagai konsekuensi logis atas jerih payah kita adalah kita bisa mendapatkan keuntungan atau uang, dan bisa juga aset kita yang semakin bertambah. Hal itu seiring dengan kegigihan kita di dalam menjalankan bisnis.
Jika kita sebagai seorang entreprener atau wirausahawan, yang namanya mimpi-mimpi bisnis tak akan ada habisnya. Seolah kita adalah sosok yang tak akan pernah kehabisan mimpi. Apalagi, kita termasuk entreprener yang kreatif dan inovatif. Bisnis yang satu maju pesat, bisnis yang lainnya ikut berkembang. Sementara, bisnis yang lainnya lagi ikut bermunculan. Sehingga, tak terasa atau bagaikan sebuah mimpi, ternyata bisnis kita semakin banyak. Aset yang kita miliki juga semakin bertambah. Kalau bisnis kita semakin maju, tentu akan ada percepatan dalam penambahan aset. Bukan tak mungkin, kita akan semakin pintar memutar bisnis kita, bahkan mampu mendatangkan dana dari luar yang nantinya juga akan menjadi aset kita,itu semua berjalan seiring dengan mimpi atau visi kita sebagai wirausahawan.
Oleh karena itulah, jika kita ingin menjadi wirausahawan sukses, maka kita harus pandai-pandai merealisir mimpi kita sendiri.Di saat mimpi kita jadi kenyataan, maka akan muncul mimpi-mimpi baru. Dari satu mimpi ke-mimpi berikutnya. Dari satu bisnis berkembang ke-bisnis berikutnya. Ibaratnya, putaran bola salju, kalau semakin cepat putarannya semakin besar bolanya. Seorang pengusaha itu sosok yang seharusnya tidak takut dengan mimpi.Apalagi mimpi itu tidak perlu biaya. Tetapi, masalahnya adalah belum tentu semua orang punya keberanian bermimpi. Sehingga tidak berlebihan kalau untuk bermimpi pun membutuhkan sebuaah keberanian dan Motivasi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan di atas, maka rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Apakah Yang Dimaksud Dengan Motivasi ?
2.      Bagaimana Bentuk Teori   Motivasi ?
3.      Apakah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Usaha ?
4.      Apakah Alasan Seseorang Berwirausaha ?
5.      Bagaimanakah Cara Menumbuhkan Motivasi Termasuk Pada Diri Sendiri ?

C. Tujuan
Berkaitan dengan pembuatan makalah ini yang berjudul motivasi dalam berwirausaha maka tujuan pembuatan makalah ini adalah tidak lain untuk memberikan pemahaman kepada para pembaca khusunya mahasiswa supaya mempunyai jiwa usaha dan mengetahui pentingnya sebuah motivasi dalam berwirausaha. Selain itu tujuan pembuatan makalah ini antara lain:
1.      Untuk Mengetahui Apakah Yang Dimaksud Dengan Motivasi
2.      Mendeskripsikan Bagaimana Bentuk Teori   Motivasi
3.      Mendeskripsikan Apakah Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Usaha
4.      Untuk Menjelaskan Apakah Alasan Seseorang Berwirausaha
5.      Memberi Gambaran Bagaimanakah Cara Menumbuhkan Motivasi Termasuk Pada Diri Sendiri


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Motivasi

motivasi  adalah pikiran untuk menghasilkan dan melatar belakangi sesuatu yang akan   diraih didalam berwirausaha yang merupakan dorongan dari dalam diri seseorang untuk berbuat.  motivasi yang perlu dikembangkan motivasi berprestasi dan berafiliansi untuk menimbulkan motivasi tersebut perlu informasi yang cukup mengenai keuntungan dalam berwirausaha yang pertama, gaji seorang wirausaha sangat besar jika kita mau kerja keras kedua, kita bisa mengatur waktu sendiri dan bebas ketiga, hidup penuh tantangan mengasikkan setelah kita mengerti enaknya sebagai wirausahawan maka langkah awal untuk memulai adalah  cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai berwirausaha setelah tau, kita dapat memilih minat kita apakah kita sebagai wirausahawan yang menawarkan produk atau wirausahawan yang bergerak dibidang jasa atau gabungan dari penawaran produk dan jasa.atau mungkin menjadi orang yang menawarkan konsep yang berpotensi tinggi sehingga menghasilkan pendapatan besar
Jadi, motivasi merupakan penggerak, pengarah dan pendorong seseorang untuk berbuat, bertindak, dan melakukan sesuatu baik itu dalam belajar, berusaha dan lain sebagainya. Bisa dikatakan motivasi merupakan nyawa bagi seseorang untuk hidup. Jika diibaratkan dengan sepeda motor bensin diibaratkan motivasi yang jadi bahan bakar untuk bergerak. Tanpa ada motivasi suatu usaha tidak akan berjalan dengan baik atau akan berjalan simpang siur karena tidak ada kemauan untuk menjalankan atau memajukan suatu usaha. Sebagaimana yang kita ketahuai bahwa sesuatu itu tidak akan berjalan dengan sendirinya, begitupun dengan suatu usaha tidak akan maju dan berkembang jika tidak ada motivasi sebagai pendorong dan pengarah sekaligus sebagai penggerak tingkah laku.
Dengan adanya motivasi yang merupakan langkah awal kita dalam berusaha yang kita tanamkan dalam diri kita maka akan timbul sikap-sikap yang lain seperti berani mengambil resiko, bekerja keras, disiplin dalam berusaha dan mempunyai etos kerja yang tinggi karena motivasi merupakan sifat pokok yang dibutuhkan dalam berwirausaha.
B.  Teori   Motivasi Berprestasi

3 motif psikologis manusia dalam hidup
  1. Motif berprestasi (the need for achievement) : mendorong individu berprestasi dengan patokan prestasi dirinya sendiri atau orang lain. Satu motif untuk berwirausaha yang penting yang perlu dikembangkan.
  2. Motif berafiliasi (the need for affiliation) : mendorong individu untuk berinteraksi dan bersosiallisasi dengan orang lain yang mengandung kepercayaan, afeksi dan empati.
  3. Motif berkuasa (the need for power) : mendorong individu untuk menguasai dan memanipulasi orang lain.
Dalam berwirausaha, yang paling perlu dikembangkan dan ditingkatkan  adalah  motif berprestasi. Dengan berprestasi maka seseorang akan merasa bangga dengan apa yang akan dicapainya di kemudian hari. Jika prestasi yang dihasilkannya baik atau bisa dikatakan istimewa maka dia akan mendapoas kepuasan dari apa yang ia telah kerjakan misalnya mendapan keuntungan yang besar, relasi bisnis yang makin bertamgah atau daerah pemasarannya yang semakin meluas. Semua hal-hal diatas akan terwujud jika motif berprestasi tersebut terus ditingkatkan. Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya, tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Hampir semua tulisan sepakat bahwa para wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. . Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, seorang wirausahawan harus bekerja keras, para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan.
Persaingan yang ketat menuntut kemauan keras, serta kesanggupan berpacu dengan keunggulan. Motif berafiliasi juga perlu diperhatikan, karena wirausaha harus pandai meningkatkan kemampuan manajerial, menggerakkan orang lain dengan sebaik baiknya, yaitu yang dilandasi dengan hubungan antar sesama yang baik.

Selain itu motif berkuasa tidak kalah pentingnya untuk dikembangkan. Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan, memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan, dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. Seseorang yang tidak sanggup menggunakan kekuasaan akan mendapatkan kesulitan dalam menjalankan peran wirausaha. Seorang wirausahawan harus mempunyai keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dengan maksud untuk melancarkan pengaruh terhadap orang-orang lain.
keberhasilan wirausaha sangat tergantung pada kemauannya untuk menjadi wirausahawan, hal ini karena peluang usaha didapat dalam proses evaluasi, sementara keputusan dibuat setelah ditemukannya peluang usaha. Seluruh proses tersebut sangat tergantung pada kemauan seorang wirausahawan untuk bermain dalam pertandingan tersebut. motivasi berpengaruh pada berbagai aspek perilaku manusia. Wirausaha merupakan proses yang dimulai dari pengenalan peluang usaha  dan ditindaklanjuti dengan pengembangan produk. Keberhasilan dari seluruh proses tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi serta faktor kognitif seperti pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dari seorang wirausahawan.  Kemampuan  kognitif  memungkinkan seorang wirausahawan mengembangkan visi yang hidup termasuk strategi untuk berhasil. Motivasi membantu seorang wirausahawan memperoleh pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan dorongan serta energi untuk menetapkan tindakan yang diperlukan.
Para wirausahawan harus dan tak boleh letih, atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya, terutama dalam mengkomunikasikan visi mereka kepada para pegawai. Wirausahawan harus memiliki tekad untuk menindaklanjuti, dan mesti memiliki keteguhan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan telah melembaga dalam wadah usaha.
Dengan berlandaskan pada sikap rasional. Sangat teguh mengejar suatu strategi yang tidak tepat bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran. Oleh karena itu, sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. Dalam kebanyakan wadah usaha yang beroperasi dalam iklim bisnis dewasa ini, mereka mempunyai hal yang diperlukan untuk kelancaran usahanya, hal itu adalah :
1.      Memuaskan pelanggan, memuaskan pelanggan ini bisa dilakukan dengan peningkatan kualitas barang dan pelayanan jasa yang dihasilkan serta penggunaan harga dan tarif yang relative murah. Dengan demikian kepuasan pelanggan dapat dipenuhi atau bahkan dengan memuaskan pelanggan tidak menutup kemungkinan untuk mendapatkan pelanggan baru yang lebih banyak.
2.      Pertumbuhan, pertumbuhan yang dimaksud di sini adalah peningkatan jumlah barang yang diproduksi artinya selalu mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Selain peningkatan jumlah produksi wilayah pemasaran yang luas serta banyaknya jumlah pelanggan ikut mempengaruhi pertumbuhan suatu perusahaan.
3.      Penekanan biaya produksi, penekanan biaya produksi ini bisa dilakukan dengan pemilihan bahan baku atau input dari barang yang akan di produksi, artinya memilihi bahan mentah yang harganya murah. Selain pemilihan bahan mentah yang murah, pemilihan lokasi tempat pembelian bahan mentah juga menjadi faktor penting. Dimana dengan semakin dekatnya lokasi pembeliuan semakin murah biaya transportasi untuk mengangkut bahan mentah yang dibutuhkan dan begitu pula sebaliknya.
4.      Inovasi dan feature terbaru dari sebuah merek. Dalam hal ini inteligensi dan kepiawaian seorang pengusaha sangat diperlukan untuk memodifikasi atau melaukan inovasi dan penambahan fitur bagi produk-produk yang dihasilakan . ini sangat diperlukan guna menambah daya tarik suatu produk dari sebelumnya  supaya pelanggan tidak merasa bosan dan menambah ketat persaingan dengan produk-produk merek lain yang sejenis agar tetap laku dan bertahan di pasar.
5.      Mengamati kejadian dengan cepat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif, dan efisien. Dalam hal ini kecerdikan seorang manajer dan wiausaha sangat diperlukan demi kemajuan suatu usaha. Misalnya jika kejadian dipasar menunjukkan bahwa barang yang di produksinya laris maka hal yang pertama dilakuka adalah peningkatan jumlah produksi sebaliknya jika barang yanmg dihasilkannya kurang laris maka yang perlu dilakukan adalah peningkatan kualiatas barang. Begitupun dengan bidang keuangan jika keuangan atau kas  perusahaan merosot maka hal yang perlu dilakukan adalah mencari dana segar dari berbagai pihak seperti dari investor, kreditur dan pemerintah agar keuangan perusahaan tetap seimbang serta penggajian pegawai sesuai dengan kontribusi yang diberikan terhadap perusahaan. Selain bidang keuangan dan pemasaran bagian personalia juag sangat penting, dimana jika terjadi krisis atau keuangan perusahaahan merosot, bagian personalia bisa mengambil keputusan dengan cara mengurangi atau PHK sebagian tenaga kerja. Sebaliknya jika perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk meningkatkan jumlah produksi maka bagian personalia bisa mengambil keputusan dengan cara merekrut karyawan baru yang mempunyai kompetensi yang mumpuni dan ditempatkan pda bagian yang tepat sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya atau lebih dikenal dengan spesialisasi. 
6.      Kualitas dari barang yang diproduksinya. Kualitas dari barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan merupakan hal yang utama. Melalui kualitas barang inilah suatu barang tetap eksis di pasaran. Maju dan berkembangnya suatu perusahaan itu tergantung dari kualitas barang yang dihasilkan.


C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Usaha
Kondisi lingkungan seperti sistem hukum, industri, pasar modal dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi wirausaha, tetapi motivasi wirausahawan akan mengarahkan tindakan wirausaha pada kondisi lingkungan yang berbeda. Pattigrew (1996) dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. Motivasi awal untuk menjalankan aktivitas wirausaha umumnya dikategorikan dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha, keinginan untuk mengumpulkan kekayaan, atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy).
Studi yang dilakukan oleh Knight, 1983 (dalam Rambat, L. dan Jero W; 1998) menyatakan bahwa wirausaha utamanya tidak termotivasi oleh financial incentive, tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai/diinginkan, di samping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya. Faktor motivasi yang dimaksud dapat diringkas sebagai berikut :

  1. The foreign refuge, dimana peluang-peluang ekonomi di negara lain yang lebih menguntungkan sering kali mendorong orang untuk meninggalkan negaranya yang tidak stabil secara politis untuk berwirausaha.
  2. The corporate refuge, pekerja-pekerja yang tidak puas dengan lingkungan pekerjaannnya seperti menjadi karyawan biasa mulai berusaha mencari peluang dengan memulai dan menjalankan bisnis sendiri.
  3. The parental (paternal) refuge. Banyak individu yang memperoleh pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih sekolah untuk mencoba bisnis lain daripada yang selama ini dikerjakan oleh keluarganya.
  4. The feminist refuge. Para wanita yang merasa telah memperlakuan mereka secara diskriminatif dibandingkan kaum laki-laki baik dalam sistim pendidikan, lingkungan kantor/perusahaan maupun dalam masyarakat, akan berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu, caranya yaitu dengan mendirikan usahanya sendiri.
  5. The housewife ,selain mengurus anak dan rumah tangganya para ibu rumah tangga akan mencoba membantu suaminya dalam hal keuangan karena kebutuhan-kebutuhan anak-anak yang makin tinggi.
  6. The educational refuge. Banyak orang yang gagal dalam studinya atau mereka yang tidak cocok dengan sistim pendidikan yang ada, menjadi terpacu untuk berwirausaha.

D.  Alasan Seseorang Berwirausaha
Ada beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha antara lain:

1. Untuk Merdeka Financial
·         Gaji pegawai (swasta atau negeri) ada batasnya atau memiliki standar gaji yang sudah ditetapkan.
·         Meskipun seorang pegawai dapat menghasilkan laba milyaran rupiah bagi suatu perusahaan, kenaikan gajinya tidak akan setimpal dengan kenaikan laba perusahaan.
·         Kenaikan gaji juga biasanya tidak bisa mengimbangi kenaikan harga barang, artinya kadang-kadang besarnya gaji tidak bisa mengimbangi harga barang.
·         Dengan berwirausaha, seseorang dapat mengatur besarnya penghasilan.
·         Jadi, jika mau merdeka secara finansial, jangan pernah jadi karyawan seumur hidup.
·         Jadi karyawan cukup 5 tahun, selanjutnya bangun bisnis sendiri sesuai dengan apa yang diharapkan.


2. Untuk Merdeka Waktu
·         Dengan mempunyai usaha sendiri, seorang wirausaha akan mempunyai jam kerja yang bebas, tidak terikat jam kantor, serta bebas dari sikap suka dan tidak suka dari atasan.
·         Jika perusahaannya telah mempunyai sistem yang baik, ia tidak perlu setiap hari berada di kantornya, bahkan pengurusan perusahaan dapat diserahkan kepada orang lain yang ia gaji.
·         Ia akan bekerja bukan karena kewajiban, tetapi karena memang menginginkannya. Waktunya menjadi sangat fleksibel.
·         Pemilik usaha memiliki time freedom.
3. Untuk Mewujudkan Impiannya
    Dari hasil berwirausaha, seseorang dapat mewujudkan impian hidupnya:
    Ingin menjadi apa?
·         Ingin berbuat apa? (untuk diri sendiri dan untuk orang lain)  
·         Ingin memiliki/memberi apa?   
·         Ingin dikenang sebagai apa?  
 Semua hal-hal di atas dapat terwujud jika seseorang mempunyai motivasi yang kuat di dalam dirinya. Tanpa adanya motivasi semua hal tersebut hanya akan menjadi angan-angan semata yang tidak akan terwujud. Karena motivasi merupakan penggerak sekaligus pendorong seseorang untuk berbuat dan melakukan sesuatu. Bagi8 seoarang wirausaha motivasi merupakan element vital yang sangat diperlukan guna menjalankan suatu usaha serta mengembangkan usahanya agar lebih maju.
E. Cara Menumbuhkan Motivasi Termasuk Pada Diri Sendiri

  1. Dengan paksaan (by force) melalui perintah atau intruksi bersifat memaksa. Pada awalnya, subyek akan melakukan tugas lebih didasarkan pada rasa takut apabila menolak tugas tersebut. Pemberian motivasi semacam ini bisa dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya. Dengan demikan seorang bawahan akan bekerja dengan giat dan pada akhirnya akan memajukan sebuah peerusahaan.
  2. Dengan persuasi (persuasion) melalu cerita-cerita yang menarik, sehingga subyek terpikat dan atas kemauan sendiri meniru gambaran tentang keberhasilan orang lain. Pemberian m otivasi semacam ini dapat diberikan sejak usia dini oleh para guru di sekolah. Melalui pemberian motivasi dengan cara ini seseorang akan meras tertarik untuk mengikuti hal-hal sebagaimana dengan apa yang diceritakan itu.
  3. Dengan stimulasi (stimulation) melalui gambaran dan petunjuk, sehingga subyek tertarik dan timbul inisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Aplikasi dalam kewirausahaan :
  • Metode paksaan sangat tepat dilaksanakan oleh mentor/coach kepada orang yang ingin maju tetapi tidak menyadari potensi raksasa di dalam dirinya.
  • Metode persuasi tepat untuk menumbuhkan motivasi wirausahawan yang belum \ banyak memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang kewirausahaan. 
  • Metode stimulasi akan lebih baik, bila diterapkan pada subjek yang sudah memahami permasalahan kewirausah.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Motivasi merupakan pikiran untuk menelurkan dan melatar belakangi sesuatu yang akan diraih didalam berwirausaha  motivasi yang perlu dikembangkan motifasi berprestasi dan berafiliansi. untuk menimbulkan motifasi tersebut perlu informasi yang cukup mengenai keuntungan dalam berwirausaha yang pertama, gaji seorang wirausah sangat besar jika kita mau kerja keras kedua, kita bisa mengatur waktu sendiri dan bebas. ketiga, hidup penuh tantangan mengasikkan setelah kita mengerti enaknya sebagai wirausahawan maka langkah awal untuk memulai adalah  cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai berwirausaha, baru kita menentukan minat kita.
Dengan adanaya motivasi kita mempunyai dorongan untuk berbuat, melakukan sesuatu yang kita inginkan. Motivasi dalam berwirausaha memang sangat diperlukan guna menjalankan suatu usaha memajukannya. Dengan adanya motivasi yang berasal dari dalam diri kita, kita akan dengan mudah menjalankan apapun karena motivasi merupakan modal awal yang harus dipunyai dan dikembangkan oleh seorang wirausahawan. Tanpa adanya motivasi mustahil suatu usaha dapat berjalan sediri tanpa ada yang menggerakkannya.
Jika kita amati keadaan masyarakatt sumbawa saat ini, motivasi untuk berwirausaha sangat minim sekali. Masyarakat sumbawa mengamnggap bahwa berwirausaha banyak mengandung resiko dari kebangkrutan. Mereka hanya berpikir bahwa jalan untuk bisa meraih sukses hanya dengan cara mendapatkan gelar sarjana. Tetapi banyak juga orang-orang yang sukses tanpa gelar sarjana. Oleh karena itu marilah kita tumbuhkan motivasi kita guna mengubah persepsi masyarakat tentang berwirausaha.





B. Saran

Melalui makalah ini kami menyarankan kepada pembaca khususnya rekan-rekan mahasiswa agar bisa memahami apa yang disampaikan dalam makalah ini kemudian mampu mempraktekkannya khususnya dalam hal penanaman motivasi kita dalam menjalani kehidupan . Sebagai mahasiswa yang berhubungan dengan makalah ini adalah motivasi untuk berprestasi adalah hal yang harus kita kembangkan.

 Dengan menanamkan motivasi untuk berprestasi, maka kita akan mempunyai kemauan untuk belajar dan bersosialisasi dengan teman-teman yang lain maupun masyarakat sekitar karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa ilmu itu tidak hanya kita dapatkan di lembaga pendidikan formal maupaun pendidikan non formal tetapi juga dimasyarakat. Berkenaan dengan wirausaha motivasi juga sangant perlu dikembangkan karena tidak menutup kemungkinan setalah kita tamat dari bangku kuliah kita akan tertarik untuk berwirausaha karena tidak menutup kemungkinan juga lowongan untuk menjadi guru nantinya akan penuh. Dengan berwirausaha merupakan alternative atau bisa dijadikan mata pencaharian utama.

DAFTAR PUSTAKA

Rahmat. 29 Maret 2010 .www.kkngumirihxi.co.cc/2010/06/motivasi-berwirausaha.html - / diakses pada tanggal 22 Oktober 2010.
kharisma.de/index.php?...motivasi-wirausaha./ diakses pada tanggal 22 Oktober 2010.
www.motivasi-islami.com/empat-langkah-menjadi-wirausaha-sukses/ diakses pada tanggal 22 Oktober 2010.

adesyams.blogspot.com/.../faktor-faktor-motivasi-berwirausaha.html -/ diakses pada tanggal 22 Oktober 2010.

1 komentar:

  1. Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali ..............





    agen tiket murah

    BalasHapus