.

Total Tayangan Laman

WARNINGGGG !!!!!!!!!!!!!! Jangan DiCopas (Copy Paste) Ya..Hanya Untuk Dijadikan Referensi Aja Ya Mas & Mba Broo...Awas Hindari Tu Yang Namanya Copy Paste

Digital clock

Jumat, 14 Desember 2012

MEKANISME PASAR : PERMINTAAN dan PENAWARAN


MEKANISME PASAR: PERMINTAAN DAN PENAWARAN


A.     PERMINTAAN
Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama priode waktu tertentu.
Misalnya;ketika berbicara tentang permintaan pakaian di Sumbawa, kita berbicara tentang berapa jumlah pakaian yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga dalam satu priode waktu tertentu, per bulan, atau pertahun di Sumbawa.

1.      HUKUM PERMINTAAN
a.       “Apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah yang diminta konsumen akan berkurang dan sebaliknya, apabila harga suatu barang atau jasa turun, maka jumlah yang diminta konsumen akan bertambah”.
b.      Dari hukum permintaan tersebut nampak bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta konsumen memiliki hubungan negatif atau berlawanan arah. Artinya apabila harga suatu barang naik, maka jumlah yang diminta akan turun. Mengapa demikian??????
c.       Hal tersebut karena apabila harga suatu barang naik, sementara penghasilan konsumen tidak berubah, maka daya beli konsumen akan menurun, sehingga ia akan mengurangi jumlah barang yang dibeli.
ATAU
a.       Seperti apapun baiknya suatu barang, akan selalu ada barang lain yang dapat menggantikan penggunaannya. Oleh karena itu, apabila harga suatu barang naik, maka konsumen akan cenderung untuk mengurangi konsumsi barang yang harganya naik tersebut dan menggantikannya dengan barang lain yang memiliki kegunaan yang sama atau hampir sama.

2.      MACAM-MACAM PERMINTAAN
a.       Permintaan potensial atau permintaan absolut yakni permintaan yang tidak didukung dengan daya beli.
b.      Permintaan efektif yakni permintaan yang didukung dengan daya beli.

3.      PENGGOLONGAN PERMINTAAN DAPAT DIBEDAKAN
a.       Permintaan individual
b.      Permintaan pasar
4.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
a.       Harga barang itu sendiri
b.      Harga barang lain yang terkait
c.       Tingkat pendapatan perkapita
d.      Selera atau kebiasaan
e.       Jumlah penduduk
f.       Perkiraan harga di masa mendatang
g.       Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan.

a.      Harga barang itu sendiri
1.      Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.
2.      Hal ini akan membawa kita ke hukum permintaan “bila harga suatu barang naik, maka jumlah barang itu yang diminta akan berkurang, dan sebaliknya.

b.      Harga barang lain yang terkait
1.      Harga barang lain juga mempengaruhi permintaan suatu barang, tetapi kedua macam barang tersebut mempunyai keterkaitan. Keterkaitan dua macam barang dapat bersifat substitusi (pengganti) dan bersifat komplemen (pelengkap)
2.      Contoh barang sibstitusi: daging ayam=daging sapi, ikan=tempe
3.      Contoh barang pelengkap: mobil=bensin

c.       Tingkat pendapat perkapita
Tingkat pendapatan perkapita dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.

d.      Selerah atau kebiasaan
1.      Selerah atau kebiasaan juga dapat memengaruhi permintaan suatu barang.
2.      Misalnya: walaupun harga sama, permintaan beras di provinsi Maluku lebih rendah dibanding dengan Sumatra Utara. Mengapa? Karena orang Maluku lebih menyukai sagu, sebaliknya orang Sumatra Utara selain lebih menyukai beras, ada kebiasaan (adat) yang membutuhkan beras, terutama dikalangan masyarakat Batak, pada saat acara pernikahan.
e.       Jumlah penduduk
Kita ambil contoh beras lagi
Sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, maka permintaan beras berhubungan positif dengan jumlah penduduk. Makin banyak jumlah penduduk, permintaan beras makin banyak.

f.        Perkiraan harga di masa mendatang
Bila kita memperkirakan bahwa suatu barang akan naik, adalah lebih baik membeli barang itu sekarang, sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna menghemat belanja di masa mendatang.

g.      Distribusi pendapatan
Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah bila distribusi pendapatan buruk. Artinya sebagian kecil kelompok masyarakat menguasai “kue” perekonomian. Jika distribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah sehingga permintaan terhadap suatu barang menurun

h.      Usaha-usaha produsen meningkat penjualan
1.      Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya dalam mempengaruhi masyarakat.
2.      Misalnya: lewat iklan, pemberian hadiah, dan pemberian potongan harga.

5.    
B.     PENAWARAN
1.      Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu priode tertentu.
2.      Konsep. Penawaran mencerminkan perilaku produsen dalam menjual barang atau jasa tertentu yang tunduk pada hukum penawaran dan asumsi ceteris paribus yang mendasarinya.

1.      HUKUM PENAWARAN
a.       “apabila harga suatu barang atau jasa naik, maka jumlah yang ditawarkan produsen akan bertambah dan sebaliknya, apabila harga suatu barang atau jasa turun, maka jumlah yang ditawarkan produsen juga akan berkurang.
b.      Dari hukum penawaran tersebut nampak bahwa antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan produsen memiliki hubungan positif atau searah.
c.       Artinya apabila harga suatu barang naik, maka jumlah yang ditawarkan akan naik. Mengapa demikian?????
d.      Hal tersebut terjadi karena produsen selalu dianggap ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
e.       Artinya apabila harga suatu barang naik, maka jumlah yang ditawarkan akan naik. Mengapa demikian?????
f.       Hal tersebut terjadi karena produsen selalu dianggap ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
2.      MACAM-MACAM PENAWARAN
a.       Penawaran individual artinya dilakukan oleh perseorangan
b.      Penawaran pasar artinya penjumlahan dari penawaran-penawaran secara individual.

               Kurva penawaran
Harga per unit (P) (Rp)
Jumlah Beras Yang Akan Ditawarkan (Q) (Kg)

3.500
100
3.750
150
4.000
200
4.250
250
4.500
300
4.750
350


3.      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN:
a.       Harga barang itu sendiri
b.      Harga barang lain yang terkait
c.       Harga faktor produksi
d.      Biaya produksi
e.       Teknologi produksi
f.       Jumlah pedagang/penjual
g.       Tujuan perusahaan
h.      Kebijakan pemerintah

a.      Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan.

b.      Harga Barang lain yang terkait
Barang substitusi dapat mempengaruhi penawaran suatu barang. Apabila harga barang substitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, dan sebaliknya.
Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan.


c.       Harga Barang lain yang terkait
Barang substitusi dapat mempengaruhi penawaran suatu barang. Apabila harga barang substitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, dan sebaliknya.

d.      Harga faktor produksi
Kenaikan harga faktor produksi (tingkat upah yang lebih tinggi, harga bahan baku yang meningkat, atau kenaikan tingkat bunga modal) akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap. Kenaikan harga faktor produksi akan mengurangi laba perusahaan. Apabila tingkat laba industri tidak menarik lagi, mereka akan pindah ke industri lain, dan hal ini akan mengakibatkan berkurangnya penawaran barang.

e.       Biaya produksi
Kenaikan harga input sebenaranya juga menyebabkan kenaikan biaya produksi. Dengan demikian, bila biaya produksi meningkat (apakah dikarenakan kenaikan harga faktor produksi atau penyebab lain), maka produsen akan mengurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang itu berkurang.

f.        Teknologi produksi
Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungan dengan penawaran, suatu barang kemajuan teknologi menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.

g.      Jumlah Pedagang/penjual
Apabila jumlah penjual produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah.

h.      Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi penawaran suatu barang. contoh: beras, sebagai makanan utama. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor beras dan meningkatkan produksi dalam negeri guna tercapainya swasembada beras, menyebabkan para petani menanan padi tertentu yang memberikan hasil banyak setiap panennya. Kebijakan ini jelas menambah supply beras dan keperluan impor beras dapat dikurangi.


C.     HARGA KESEIMBANGAN
  1. Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen mapun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan dijual.
  2. Permintaan sama dengan penawaran
  3. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.
  Contoh. Kasus Pasar Mobil  Sedan
Permintaan : Qd = 200 – 10P
Penawaran : Qs = -40 + 5P
Di mana: Qd, Qs = ribu unit per tahun
           P  = puluh juta rupiah per unit
Keseimbangan pasar:
Qd = Qs
200 – 10P = -40 + 5P
240            = 15P
P                = 16
Qd             = 200 – 10 (16) = 40
Qs              = -40 + 5 (16) = 40

  1. Keseimbangan terjadi pada saat harga mobil Rp 160 jt/unit. Saat itu jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran, yaitu 40.000 unit/tahun.
  2. Jika harga mobil ditetapkan Rp 150 jt/unit (di bawah harga keseimbangan), maka akan terjadi kelebihan permintaan sebanyak 15.000 unit mobil/tahun.
  3. Jika harha mobil ditetapkan Rp 170 jt/unit (di atas harga keseimbangan), terjadi kelebihan penawaran sebayak 15.000 unit mobil/tahun
D.     SURPLUS EKONOMI
Dasar pendekatan yang digunakan untuk analisis pasar adalah marjinal (marginalism approach), yang mengatakan bahwa keputusan dalam memproduksi atau mengkonsumsi ditentukan oleh berapa besar tambahan pendapatan atau manfaat dari unit terakhir barang yang diproduksi atau di konsumsi.
  1. Surplus konsumen (consumer surplus) yaitu selisih antara jumlah yang konsymen sedia bayarkan dengan yang harus dibayar.
  2. Surplus produsen (producer surplus) yaitu selisih antara jumlah yang diterima dengan yang mereka harapkan untuk dibayar.
Teori surplus ekonomi sangat bermanfaat dalam menganalisis dampak campur tangan pemerintah. Campur tangan pemerintah dianggap makin buruk bila total kehilangan surplus ekonomi (kehilangan surplus konsumen + surplus produsen) makin besar, atau sering dikenal dalam bahasa Inggris “deadweight loss”.

Diagram surplus konsumen & surplus produsen

       

E.     KEGAGALAN PASAR
Pasar dapat menjadi alokasi sumber daya yang efesien, bila asumsi-asumsinya terpenuhi, antara lain pelaku bersifat rasional, memiliki informasi sempurna, pasar berbentuk persaingan sempurna dan barang bersifat privat.
Proses pertukaran (exchange) tidak terbatasi dimensi waktu dan tempat (timeless and placeless).

         Beberapa hal yang menjadi  kegagalan pasar
a.       Informasi tidak sempurna (incomplete information)
b.      Daya monopoli (monopoly power)
c.       Eksternalitas (externality)
d.      Barang publik (public good)
e.       Barang altruisme (altruism good)




F.      INTERVENSI PEMERINTAH
Kegagalan pasar seringkali menuntut campur tangan (intervensi) pemerintah. Namun yang harus diperhatikan adalah tidak semua campur tangan pemerintah memberikan hasil yang baik, walaupun tujuannya baik.
Salah satu masalah terbesar yang dihadapi pemerintah dalam menentukan kebijaksanaan adalah adanya trade off (konflik) antara tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
Misalnya: ada konflik antara tujuan efesiensi dengan pemerataan.
Agar harga rumah dapat terjangkau rakyat kecil dan berpenghasilan rendah, pemerintah memberikan subsidi. Tetapi pemberian subsidi itu cenderung mengorbankan efesiensi, karena uang subsidi bisa dialokasikan ke sektor-sektor yang lebih produktif.

Tujuan intervensi pemerintah
  1. Menjamin agar kesamaan hak bagi setiap individu dapat tetap terwujud dan eksploitasi dapat dihindarkan
  2. Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil
  3. Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahan besar yang dapat memengaruhi pasar, agar mereka tidak menjalankan praktik-praktik monopoli yang merugikan
  4. Menyediakan barang publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  5. Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dapat dihindari atau dikurangi
.
a.      Kontrol Harga
Tujuan kontrol harga adalah melindungi konsumen atau produsen.
1.      Harga dasar (floor price); tingkat harga minimum yang diberlakukan.
2.      Harga tertinggi (ceiling price); batas maksimum harga penjualan oleh produsen
3.      Kuota; selian dengan pembelian, pemerintah memengaruhi tingkat harga dengan melakukan kebijaksanaan kuota (pembatasan produksi).

b.      Pajak dan Subsidi
1.      Pajak; pajak di satu sisi memberatkan karena mengakibatkan harga menjadi mahal, namun di satu sisi pajak dibutuhkan sebagai sumber penerimaan negara untuk membiayai fungsi-fungsinya khususnya redistribusi pendapatan dan sebagai alat stabilisasi ekonomi.
2.      Subsidi; subsidi dapat dipandang sebagai pajak negatif (negative tax) karena subsidi menambah pendapatan nyata.

c.       Tarif & Kuota
1.      Dalam sistem perekonomian terbuka (melakukan transaksi dengan perekonomian luar), maka harga barang yang berlaku adalah harga internasional. Yang menjadi persoalan adalah bila harga domestik lebih tinggi daripada harga dunia.
2.      Sebab dengan mekanisme pasar bebas, terpaksa dilakukan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Walaupun dari sudut konsumen hal ini menguntungkan, tetapi demi melindungi industri dalam negeri, pemerintah menempuh kebijakan protektif dengan memberlakukan tarif (pajak impor) dan kuota impor (pembatasan jumlah impor).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar