.

Total Tayangan Laman

WARNINGGGG !!!!!!!!!!!!!! Jangan DiCopas (Copy Paste) Ya..Hanya Untuk Dijadikan Referensi Aja Ya Mas & Mba Broo...Awas Hindari Tu Yang Namanya Copy Paste

Digital clock

Sabtu, 01 Desember 2012

MANAJEMEN PEMASARAN KOPERASI


BAB I
PENDAHULUAN
 I.LATAR BELAKANG
Pemahaman yang keliru tentang manajemen koperasi menjadi awal terpuruknya daya saing koperasi. Betapa tidak Jumlah koperasi Indonesia mencapai 150 ribu unit dengan hampir 30 juta anggota teapi volume usaha keseluruhan hanya mencapai Rp 68 T dengan Total SHU Rp. 5 T bandingan dengan PD Indonesia yang mencapai Lebih dari 5000 T maka koperasi hanya menyumbang kurang 2% .
Apa yang salah? jika kita menuding lembaga maka Dekopin sebagai satu satunya lembaga yang menaungi koperasi Indonesia yang harus bertanggung jawab, tetapi menurut saya tidak sampai disitu, sperti apapaun kita berteriakpada Dekopin tidak banyak yang kita bisa dapatkan harapan terakhir adalah
memperbaiki manajemen koperasi kita.
2.RUMUSAN MASALAH
adapun yang menjadi rumusan dalm penyusunan makalah ini adalah:
1.untuk memperoleh definisi dari manajmen pemasaraan dalam koperasi?
2.untuk memperoleh permasalahan dalm manajmen pemasaran koperasi?
3.TUJUAN
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masi banyak kekurangan oleh karna itu penyusun berharap agar pembaca memberikan keritik dan saranya.penulis berharap dalam penysunan makalah memperoleh pembhasan dari rumusan masalah diatas guna untuk menambah wawasan tentang perkoperasian.


BAB II
PEMBAHASAN

1.Definisi manajemen pemasaran koperasi
 Menurut W.J. Staton (1975,51), pemasaran merupakan keseluruhan aktivitas perdagangan yang meliputi pembelian, penjualan, pergudangan, penyimpanan dan promosi. Pergudangan mencakup kegiatan memelihara atau menjaga barang agar barang yang akan dijual tidak mengalami kerusakan dan turun kualitasnya sehingga benar-benar memuaskan pembeli.
Selanjutnya, Philip Kotler menyatakan bahwa manajemen pemasaran merupakan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptkan, membangun, dan memperthankan pertukaran yang menyenangkan dengan pasar, agar tujuan organisasi tercapai.
·         Pengertian Secara Umum dan Fungsinya
Secara umum, pengertian pemasaran (marketing) adalah tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang dan jasa dari penjual kepada pembeli, yang menimbulkan distribusi fisik atas barang tersebut.
·         Fungsi Pemasarn
Fungsi pemasaran meliputi hal-hal sebagai berikut :
1) Fungsi pertukaran, yaitu menjual dan membeli baik bahan baku maupun bahan jadi
2) Fungsi pengadaan fisik barang dagangan, yaitu meliputi pengangkutan, penyimpanan dan
transfer sementara.
3) Fungsi pemberian jasa, yaitu menanggung resiko, standardisasi dan informasi pasar. Di dalam Informasi pasar meliputi:
• Jenis barang yang disenangi konsumen
• Jumlah yang akan dijual pada pereode tertentu
• Perincian mengenai jenis dan kualitas masing-masing barang yang akan dipasarkan.
• Preferensi produk dari para konsumen
• Informasi sumber bahan baku
·         Tiga Pendekatan Pemasaran
Tiga pendekatan dasar yang biasanya digunakan dalam menguraikan system pemasaran (pendekatan pemasaran) yaitu:
• Pendekatan komoditi (commodity approach).
yaitu mempelajari seluk beluk barang dengan cara mempelajari kualitas barang, harga, merk dan periklanan.
• Pendekatan kelembagaan (institutional approach)
Yaitu pendekatan yang membahas peran lembaga atau badan yang memindahkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Ada 2 badan:
o Badan yang menyalurkan secara langsung misalnya pedagang besar, agen, pengecer.
o Badan yang menyalurkan tdk langsung misalnya biro iklan, media cetak dll.
• Pendekatan fungsional (functional approach)
Yaitu pendekatan fungsi pokok pemasaran dari awal sampai akhir yang talah dilaksanakan oleh sistem pemasaran.
§  Koperasi Sebagai Lembaga Pemasaran
Lembaga pemasaran adalah lembaga yang mengadakan kegiatan pemasaran, menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, serta mempunyai hubungan organisasi satu dengan yang lain. Lembaga-lembaga inilah yang melaksanakan fungsi pemasaran sehingga terpenuhi segala kebutuhan konsumen. Unsur-unsur pemasaran, yaitu produsen, lembaga distribusi, konsumen, dan pemerintah, diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam penyempurnaan system pemasaran sehingga lebih efisien.
Penjualan dalam pemasaran merupakan starting point atau titik awal untuk memulai usaha atau mempertimbangkan seluruh kegiatan perusahaan. Sebagaimana dengan perusahaan lainnya yang menjalankan fungsi pemasaran, maka koperasi juga memiliki fungsi tersebut dengan memperhatikan :
• Produk apa yang akan dihasilkan / dijual
• Bagaimana penetapan harga produk tersebut
• Bagaimana mempromosikan produk tersebut agar dapat dikenal para anggota dan konsumen
potensialnya
• Bagaimana mendistribusikan produk tersebut bila ada permintaan baik dalam besar maupun
karena faktor jarak
Berdasarkan identitas koperasi bahwa anggota adalah sebagai pemilik dan pelanggan, maka
pemberian pelayanan kepada anggota harus memuaskan. Pelayanan tersebut berupa:
• Pelayanan sepenuhnya hanya kepada anggota.
Pelayanan yang lebih baik diberikan kepada anggota daripada bukan anggota Pelayanan yang
sama diberikan kepada anggota dan bukan anggota
Ø  Kelemahan Pemasaran Koperasi
Secara umum penjualan bagi perusahan merupakan kunci keberhasilan untuk maju. Hal ini juga berlaku bagi koperasi, terutama yang bergerak dalam bidang perdagangan atau yang memproduksi jenis barang tertentu. Jika koperasi di Indonesia dinilai belum maju maka salah satu penyebabnya adalah belum lancarnya pemasaran. Beberapa factor yang menjadi penyebab tertinggalnya badan usaha koperasi dibandingkan perusahaan lainnya, dapat dilihat dari aspek

pemasarannya, seperti:
1) Biaya pengolahan input tinggi sehingga harga jual juga ikut menjadi tinggi.
2) Kualitas barang yang dihasilkan masih kurang baik.
3) Barang hasil produksi kurang dikenal.
4) Lokasi penjualan yang kurang strategis.
5) Lemahnya permodalan.
6) Tingkat marjin keuntungan yang diterima koperasi sangat kecil karena usaha pemasaran
yang relative panjang.
7) Terbatasnya informasi dan data mengenai sumber input yang dapat dimanfaatkan oleh
koperasi.
8) Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan anggota terhadap pemasaran serta
pemahaman pasar.
9) Kurang informasi pasar bagi koperasi.
10) Para anggota sebagai individu, petani atau produsen, industri kecil, dan peternak kecil lebih menyukai pergi sendiri ke pasar, bertransaksi langsung dengan pembelinya, dan belum banyak memanfaatkan keuntungan dengan menjual bersama, atau melalui koperasi.
11) Daerah pemasaran masih berifat lokal dan belum mampu menembus pasaran yang lebih luas lagi, misalnya pasar ke Negara lain.
Ø  Komunikasi Sebagai Sarana Efisiensi Pemasaran Koperasi
1. Efisiensi Pemasaran
Menurut Mulyamah (1987;3), efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang direalisasikan atau perkataan lain penggunaan yang sebenarnya.
Sedangkan pengertian efisiensi menurut SP.Hasibuan (1984;233-4) yang mengutip pernyataan H. Emerson, efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah diselesaikan.
Sebagaimana kegiatan di badan usaha lainnya, koperasi juga menjalankan berbagai kegiatan pemasaran demi memenuhi preferensi konsumen dalam hal ini lebih terkhususkan pada anggota koperasi. Kegiatan pemasaran merupakan suatu kegiatan yang berorientasi pada efisiensi.
Efisiensi pemasaran adalah pencapaian pendapatan (income) secara optimal dengan pengeluaran biaya yang diminimalkan, sehingga ada keuntungan yang diperoleh. Bagi konsumen, efisiensi pemasaran mampu meringankan biaya yang mereka keluarkan demi memeroleh barang atau jasa, sebab biaya yang dikeluarkan konsumen tidak jauh berbeda dibanDingkan harga barang yang dipasarkan oleh produsen.
Menurut Soekartawi (198
yang sering dipakai adalah.. mencapai tujuan koperasi dengan bekerjasama sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi, definisi ini tidak akan anda temukan dalam jurnal manajemen koperasi manapun karena saya memng ini adalah hasil pemikiran saya yang saya rumuskan setelah beberapa tahun memimpin sebuah organisasi koperasi beromzet 11 M / Tahun
Tidak hanya sekedar aspek organisasi manajemen pemasaran koperasi serta manajemen keuangan koperasi juga menjadi penting untuk dipahami. Pemasaran dan dan finance seringkali menjadi momok menakutkan pasca hancurnya sistem monopoli ala KUD .
Di banyak skripsi manajemen koperasi yang saya baca koperasi selalu digambarkan seragam dekat dengan laum marginal dan tidak mempunyai kemampuan bersaing. Munculnya berbagai macam bentuk koperasi saat ini juga mengaharuskan kita membuat penyesuaian manajemen koperasi syariah tentu akan sangat berbeda jika dibandinkan dengan manajemen koperasi sekolah, dan untuk hal ini saja koperasi tidak memiliki kemampuan memadai, bahkan konsep dasar manajemen strategi koperasi masih sangat sulit dicari standarnya.
Sebuah keinginan besar bagi saya adalah terciptanya sebuah konsep manajemen koperasi indonesia yang memang mempunyai fungsi manajemen koperasi yang tepat untuk negeri ini . Mungkin kita belum sampai pada sistem informasi manajemen koperasi yang baik tetapi setidaknya kita harus berupaya sebaik mungkin untuk menjadikan koperasi Indonesia jaya. Sampai ketemu di posting manajemen koperasi seanjutnya
Koperasi dikatakan sebagai kontra failing power artinya secara sederhanya sebagai kekuatan pengimbang kapitalisme, caranya? Kita tau dalam sistem ekonomi pasar semakin besar jumlah yang kita belanjakan akan semakin banyak potongan harga yang kita peroleh, pada kondisi seperti ini bagi pemilik kapital atau modal akan sangat menguntungkan.
Sedangkan bagi yang tidak mempunyai cukup kapital atau modal akan memperoleh harga yang tinggi. Dalam upaya menaikan posisi tawar ekonomi dan meningkatkan skala ekonomi rakyat inilah koperasi dibutuhkan.
Dalam manajemen koperasi memahami bahwa koperasi itu kekuatan utamanya adalah kebutuhan bersama dalam konteks ekonomi, sukarea dan terbuka serta partisipasi total dari anggota. Logikanya ketika angota merasakan manfaat ekonomi dri koperasi maka member base economic akan berjalan.
Kami akan mencoba menampilkan gambar struktur organisasi , dalam konteks ini gambar organisasi koperasi . Aspek ini merupakan bagian penting dari kesuksesan pengelolaan koperasi, kenapa demikian? pengertian struktur organisasi menyebutkan bahwa Struktur organisasi adalah konfigurasi peran formal yang didalamnya dimaksudkan sebagai prosedur, governansi dan mekanisme kontrol, kewenangan serta proses pengambilan kebijakan .
Struktur organisasi koperasi dibentuk sedemikan rupa sesuai dengan idiologi dan strategi pengembangan untuk memperoleh Strategic competitiveness sehingga setiap koperasi boleh jadi mempunyai bentuk yang berbeda secara fungsional karena menyesuaikan dengan strategi yang sedang dikembangkan tetepi secara basic idologi terutama terkait dengan perangkat organisasi koperasi akan menunjukan kesamaan.

Ada baiknya kita sedikit membahas tentang perangkat organisasi koperasi. setidaknya dalam koperasi kita mengenal 3 perangkat organisasi yang jamak digunakan yaitu:

- Rapat Anggota
- Pengurus
- Pengawas
Tiga unsur diatas juga sering kita sebut sebagai perangkat manajemen koperasi. Bentuk ini tentu berbeda dengan organisasi perusahaan swasta berbentu PT misalnya, Perbedaan mendasar ini tidak saja dipengaruhi oleh idiologi tetapi juga aplikasi operasional manajemen. Berikut penjelasan singkat terkait dengan fungsi dan peran perangkar organisasi koperasi.
2.Perangkat organisasi koperasi Rapat Anggota (RA)
RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenang RA diantaranya adalah menetapkaN
a. AD/ART
b. Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha koperasi
c. Memilih, mengangkat, memberhantikan pengurus dan pengawas.
d. RGBPK dan RAPBK
e. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas.
f. Amalgamasi dan pembubaran koperasi
Rapat Anggota bisa dilakukan RAT, RAK dan RALB. Secara umumRA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggta, tetapi untuk beberapa kasus jumlah ini bisa disesuaikan dengan AD/ART Koperasi.


3.Perangkat organisasi koperasi Pengurus
Pengurus koperasi adalah pemegang kuasa RA untuk mengelola koperasi, artinya pengurus hanya boleh melakukan segala macam kresi manajemen yang tidak keluar dari koridor keputusan RA. Pengurus merupakan pimpinan kolektif tidak berdiri sendiri dengan pertangungjawaban bersama. Biasanya pengurus yang tetrdiri atas beberapa anggota pengurus.
·         Tugas dan kewajiban pengurus koperasi adalah:
- Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan RAT.
- Untuk melaksanakan tugas pengurus berkewajiban
1). Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan proker
2). Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban
3). Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarakan pembukuan keuanagn dan Inventaris.
4). Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarkan administrasi
5). Pengurus koperasi berkewajiban Menyelenggarkan RAT.
·         Wewenang Pengurus koperasi :
1). Pengurus berwenang mewakili koperasi didalam dan diluar koperasi.
2). Pengurus berwenang melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota
dan kemanfaatan koperasi.
3). Pengurus berwenang memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai
ketentuan AD/ART.
·         Tanggung Jawab Pengurus koperasi
Pengurus koperasi bertanggungjwab atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas kewajiban, dan wewenangnya.

·         Perangkat organisasi koperasi Pengawas
Pengawas dipilh oleh RA untuk mengawasi pelaksanaan keputusan RAT dan juga idiologi. Tugas pengawas tidak untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sesuai dengan idiologi, AD/ART koperasi dan keputusan RA.
Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas koperasi sebagai berikut.
1). Pengawas koperasi berwenang dan bertugas melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan
kebijakan dan pengelolaan organisasi.
2). pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan merahasiakan hasil
laporanya kepada pihak ketiga.
3). Pengawas koperasi meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan.







                                                                                                      


BAB III
PENUTUP
1.KESIMPULAN

Pemasaran diartikan sebagai suatu proses usaha untuk memudahkan barang dan jasa dari lokasi produsen sampai ke konsumen akhir. Maksud dari proses usaha tersebut adalah pengusaha atau produsen dapat mencapai tujuannya, yaitu memuaskan pembeli atau konsumen.
Koperasi sendiri memiliki kelemahan dalam pemasaran baik itu dari segi modal (SDA, SDM, cost,dll), faktor pemsaran (konsumen, informasi dan pasar), maupun dari segi proses pemasaran itu sendiri.
Selain itu untuk mengefesienkan dari pemasaran tersebut maka dibutuhkan suatu komunikasi sehingga operasional pemasaran dapat berjalan dengan optimal, apakah itu fungsi penjual, pembelian, maupun promosi.
2.SARAN
Dalam hal penyusunan makalah ini penyusun menyadari masih banyak kekurangan oleh karna itu diharapkan kepada pembaca agar memberikan sumbangsi,keritik maupun saran guna terciptanya kesempurnaan dari makalah ini.penulis mengucapkan banyak terimakasi kepada para narasumber yang telah menuangkan ide-ide kreatif sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik dan tidak lupa pula penyusun mengucapkan terimakasi banyak kepada dosen pembimbing yang telah banyak mengajarkan atau meemberi saran sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik .






DAFTAR PUSTAKA

• Download Microsoft PowerPoint “Pertemuan 9 Pemasaran dan Komunikasi Koperasi” Universitas Bina Nusantara.
• Download Microsoft PowerPoint “Manajemen Pemasaran Koperasi”
• Download Adobe Acrobat Document “Bab.IV Pelatihan Pendukung Operasional”
• Buku pegangan “Mananjemen Koperasi”


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar