.

Total Tayangan Laman

WARNINGGGG !!!!!!!!!!!!!! Jangan DiCopas (Copy Paste) Ya..Hanya Untuk Dijadikan Referensi Aja Ya Mas & Mba Broo...Awas Hindari Tu Yang Namanya Copy Paste

Digital clock

Jumat, 14 Desember 2012

KEUNGGULAN KOMPARATIF


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
keunggulan komparatif, bagaimana untuk mencapai tujuan bersama dengan segala keunggulan yang dimiliki baik oleh organisasi maupun terhadap organisasi lainnya, sedangkan keunggulan kompetitif, bagaimana memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh organisasi untuk bisa mendapatkan tujuan organisasi, dengan cara berkompetisi dengan organisasi lainnyakarenaRicardo hanya melihat Inggris dan negara-negara maju plus Amerika Latindalam penyusunan teorinya tersebut.Pada masa Ricardo, belum ada pengamatan serius dan mendalam yangmengarah pada negara-negara di Dunia Ketiga. Wajar jika ketika negara-negaradi Dunia Ketiga mulai masuk dalam struktur ekonomi-politik internasional ada beberapa hal dari teori perbandingan komparatif Ricardoyang menimbulkan berbagai kerugian di pihak negara-negara Dunia Ketiga. Keunggulan komparatif adalah konsepsi sentral dalam teori perdagangan internasional yang menyatakan bahwa sebuah negara atau wilayah mengkhususkan diri pada produksi dan mengekspor barang dan jasa yang dapat dihasilkan dengan biaya relatif lebih efisien daripada barang dan jasa lain dan mengimpor barang dan jasa yang tidak memiliki keunggulan komparatif itu (Rinaldy,2000). Sedangkan keunggulan kompetitif tercapai saat sebuah perusahaan menerapkan strategi biaya rendah, yang membuatnya mampu menawarkan produk yang mempunyai kualitas sama dengan produk sejenis tetapi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan pesaingnya. Keunggulan ini juga dapat diraih dengan strategi diferensiasi produk, sehingga pelanggan menganggap memperoleh manfaat unik yang sesuai dengan harga yang cukup (Porter dalam Keegan,1995).

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian keunggulan  komparatif ?
2.      Bagaimanakah keunggulan komperatif di tinjau dari kamus bahasa Indonesia ?
3.      Bagaimanakah mengoptimalkan keunggulan komperatif ?
4.      Bagaimanakah contoh keunggulan komperatif yang di miliki Indonesia ?

C.     TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan makalah ini antara lain :
1.      Untuk mengetahui tentang materi yang bersangkutan.
2.      Sebagai referensi belajar bagi mahasiswa, khususnya kelompok penyaji.
3.      Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok dari mata kuliah yang bersangkutan.
4.      Sebagai bahan presentasi kelompok penyaji.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN KEUNGGULAN  KOMPARATIF
Keunggulan komparatif ini oleh Ricardo dan Viner disebabkan oleh adanya perbedaan dalam kepemilikan atas faktor-faktor produksi seperti: sumber daya alam, modal, tenaga kerja dan kemampuan dalam penguasaan teknologi.(Anderson,1995:71-73). Melalui spesialisasi sesuai dengan keungggulan komparatifnya, maka jumlah produksi yang dihasilkan bisa jauh lebih besar dengan biaya yang lebih murah dan pada akhirnya bisa mencapai skala ekonomi yang diharapkan. Pemikiran ini kemudian berkembang bahwa akan lebih menguntungkan jika arus perdagangan antara negara dibebaskan, tidak terhambat oleh kebijakan atau peraturan negara baik berupa proteksi, tariff maupun non-tariff. Berdasarkan pemikiran ini, dirumuskan aturan perdagangan multilateral yang kemudian menjadi satu produk hukum internasional. Namun demikian negara-negara tersebut akan terikat dengan kepentingan nasionalnya yang menurut Morgenthau merujuk pada hal-hal yang dianggap penting bagi suatu negara, sehingga merujuk pada sasaran-sasaran politik, ekonomi, atau social yang ingin dicapai suatu negara.(Viooti,1993:584). Sehingga negara perlu memberikan prioritasnya yang diformulasikan dalam sasaran dan indikator bagi tercapainya kepentingan tersebut.
Untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya suatu negara harus memanfaatkan keunggulan komperatif guna meraih peluang dan mengurangi atau meniadakan kendala yang timbul sebagai konsekuensi logisnya.Keunggulan komparatif yang harus dimiliki suatu negara untuk dapat memenangkan dan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional antara lain
1. Jumlah tenaga kerja yang relatif banyak.
2. Sumber daya alam yang melimpah.
3. Sumber modal yang besar.
4. Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi yang tinggi
5. Letak geografis yang cukup strategis.
6. Potensi pasar domestic/ dalam negeri yang cukup besar.
7. Jumlah pengusaha kecil, menengah dan koperasi yang besar.
8. Sektor agrobisnis yang mengandalkan lahan produktif yang luas.
Di samping keunggulan komparatif diatas masih ada keunggulan kompetitif yang harus dimiliki suatu negara untuk dapat memenangkan dan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional seperti :
1.      Suatu negara harus memiliki produk (barang ataupun jasa) dengan kwantitas dan mutu (kwalitas) yang sesuai dengan standar internasional, disertai dengan ketepatan waktu penyerahannya. Tingkat harga produk juga harus lebih bersaing/ kompetitif dengan meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
2.      Sumber daya manusia (SDM) pelaku bisnis harus bermutu tinggi dengan jiwa dan semangat kewirausahaan, disiplin, kemandirian, dan etos kerja, kemampuan manajemen, serta profesionalisme yang tinggi. Kwalitas (mutu) SDM yang dimaksud di sini berkaitan pula dengan daya kreatif, dinamika prakarsa dan daya saing. Dengan daya saing yang tinggi, dunia usaha nasional suatu negara dan produksi dalam negerinya akan mampu menguasai dan mengembangkan pasar dalam negeri dan sekaligus mampu melakukan transaksi ekspor yang lebih besar ke manca negara.
3.      Usaha yang ada juga harus lentur, lincah dan cepat tanggap terhadap perubahan permintaan pasar.
4.      Struktur dunia usaha nasional suatu negara harus kokoh dan efisien sehingga mampu menguasai dan mengembangkan pasar domestik serta sekaligus meningkatkan daya saing global.
5.       Iklim ekonomi suatu negara yang kondusif serta sehat, di mana pertumbuhan ekonomi berjalan di atas landasan kebersamaan berusaha di antara berbagai pelaku ekonomi yang ada.
6.       Mekanisme pasar berfungsi secara efisien dan efektif. Dalam hal ini koreksi dari pemerintah terhadap pasar sangatlah berperan. Koreksi yang dilakukan pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk mendorong dan melindungi agar mekanisme pasar dapat berjalan secara sempurna dan sehat.
7.      Kondisi dimana ada peluang dan kesempatan, membangkitkan, mengembangkan dan mendorong maju wirausaha nasional untuk mengadakan kerjasama sekaligus bersaing ketat dengan bangsa-bangsa yang lain.
8.      Adanya penguasaan dan kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
9.      Adanya stabilitas politik dan kebijaksanaan pemerintah termasuk di dalamnya jaminan kepastian hukum dalam berusaha.
10.  Adanya penegakan hak asasi manusia (HAM).
11.   Adanya perhatian dan penanganan usaha dalam hal mutu lingkungan hidup. eori keunggulankomparatif. 

B.     KEUNGGULAN KOMPERATIF DI TINJAU DARI KAMUS BAHASA INDONESIA

Pengertian Keunggulan Komparatif  dapat dilihat pada kamus Bahasa Indonesia, oleh Badudu-Zain (1994), dimana komparatif diartikan bersifat perbandingan atau menyatakan perbandingan. Jadi keunggulan komparatif adalah suatu keunggulan yang dimiliki oleh suatu organisasi untuk dapat membandingkannya dengan yang lainnya. Dengan mengacu arti tersebut, kami berpendapat, bahwa keunggulan komparatif, adalah keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh organisasi seperti SDM, fasilitas, dan kekayaan lainnya, yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan organisasi atau perpaduan keuanggulan beberapa organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Contoh, beberapa instansi/lembaga  pemerintahan, dengan memanfaatkan segala keuanggulan yang dimilikinya, dan mereka mempunyai satu tujuan bersama, yakni untuk mewujudkan VISI dan MISI yang telah dibuatnya bersama-sama
Oleh sebab itu, jelaslah bahwa keunggulan komparatif, bagaimana untuk mencapai tujuan bersama dengan segala keunggulan yang dimiliki baik oleh organisasi maupun terhadap organisasi lainnya, sedangkan keunggulan kompetitif, bagaimana memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh organisasi untuk bisa mendapatkan tujuan organisasi, dengan cara berkompetisi dengan organisasi lainnyakarenaRicardo hanya melihat Inggris dan negara-negara maju plus Amerika Latindalam penyusunan teorinya tersebut.Pada masa Ricardo, belum ada pengamatan serius dan mendalam yangmengarah pada negara-negara di Dunia Ketiga. Wajar jika ketika negara-negaradi Dunia Ketiga mulai masuk dalam struktur ekonomi-politik internasional ada beberapa hal dari teori perbandingan komparatif Ricardoyang menimbulkan berbagai kerugian di pihak negara-negara Dunia Ketiga.


C.        MENGOPTIMALKAN KEUNGGULAN KOMPERATIF
      Pemerintah perlu mengoptimalkan keunggulan komparatif Indonesia untuk menumbuh kembangkan industri berbasis sumber daya lokal yang berdaya saing tinggi di pasar internasional. Kecepatan dan ketepatan pemerintah mengidentifikasi industri yang kompetitif dan memfasilitasi perkembangannya dapat memacu pertumbuhan jangka panjang ekonomi nasional.
Kepala Ekonom Bank Dunia Justin Yifu Lin menyampaikan hal itu di Jakarta, Selasa (28/6), saat bertemu Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, pengusaha, dan Komite Ekonomi Nasional dalam kunjungan dua hari di Indonesia.Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan besar tahun 2025. Bahkan, Indonesia diprediksi menjadi salah satu dari enam negara dengan kontribusi separuh pertumbuhan ekonomi global.
Akan tetapi, sebelum mencapai titik tersebut, pemerintah harus lebih intens membenahi upaya dalam mencapai target yang dibuat dalam sektor dengan keuntungan komparatif itu.”Indonesia adalah negara dengan banyak keuntungan, misalnya, sumber daya alam, angkatan kerja berpendidikan yang besar, sektor swasta yang bergairah, dan pasar domestik yang besar. Kemampuan Indonesia membangun industri otomotif adalah contoh keberhasilan Indonesia mengelola potensinya sehingga bisa mengekspor ke negara lain,” ujarnya.
Contoh lainnya adalah Indonesia mengimpor kapas dari Amerika Serikat untuk diproduksi menjadi tekstil dan produk tekstil. Produk tersebut kemudian diekspor kembali ke Amerika Serikat.Angkatan kerja yang besar menjadikan Indonesia memiliki keunggulan komparatif di industri padat karya.”Pemerintah perlu membenahi berbagai persoalan yang menyelimuti iklim investasi industri padat karya untuk mengembangkan industri lokal, menjaga pertumbuhan pendapatan, dan mengurangi kemiskinan,” ujar Justin.”Indonesia adalah negara dengan berbagai keunggulan, di antaranya angkatan kerja yang besar dan cukup terdidik, komunitas bisnis yang dinamis, dan secara geografis dekat dengan beberapa sentra pertumbuhan. Industri otomotif adalah contoh baik bagaimana semua keunggulan tersebut kemudian mendukung satu sektor yang tepat,” kata Justin.”Mengikuti keunggulan komparatif adalah cara terbaik untuk memperluas industri lokal, mempertahankan pertumbuhan pendapatan, dan mengurangi kemiskinan,” katanya (HAM)
D.    CONTOH KEUNGGULAN KOMPERATIF YANG DI MILIKI INDONESIA

Sektor pertanian adalah sektor yang banyak memanfaatkan keunggulan komparatif. Kegiatan ekonomi di sektor pertanian diharapkan mampu mendayagunakan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif jika disertai dengan pengembangan industri hulu pertanian, industri hilir pertanian serta jasa-jasa pendukung secara harmonis dan simultan artinya sektor pertanian secara terpisah tidak akan mampu menjadi penggerak ekonomi masa depan. Pertanian dapat menjadi kekuatan yang besar apabila dikombinasi dengan agroindustri, perdagangan dan jasa-jasa penunjang.
Agroindustri merupakan sub sistem agribisnis pengolahan yang mengolah produk pertanian primer menjadi produk olahan baik produk antara maupun produk akhir. Agroindustri terkait erat ke sisi hulu maupun ke hilir dalam produksi pertanian primer. Dalam era globalisasi diharapkan agroindustri Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional. Produk kakao (kakao biji) merupakan salah satu produk agroindustri yang diekspor oleh Indonesia, disamping jenis produk kakao lain yang diekspor dalam jumlah kecil. Jenis produk kakao yang diekspor oleh Indonesia dapat dilihat pada tabel 1

      Tabel 1. Jenis Kakao Yang Diekspor Indonesia Tahun 2003-2004 (kg)
No
Jenis Kakao
Tahun


2003
%
2004
%
1
2
3
4
5
Kakao Biji
Kakao Pasta
Lemak Kakao
Kakao Bubuk
Lain-lain
265.838.100
1.954.609
20.854.210
18.456.780
2.088.601
85,98
0,63
6,74
5,97
0,68
275.484.500
863.466
22.726.313
17.078.752
2.557.769
86,44
0,27
7,13
5,36
0,80
        Sumber : BPS, 2006
Indonesia berpotensi sebagai pemasok utama kakao dunia (10,96%). Pada tahun 2003, Indonesia merupakan negara pemasok kakao ketiga di dunia setelah Pantai Gading (39,08%) dan Ghana (14,79%). Dalam persaingan di pasar dunia yang semakin ketat, peningkatan produksi kakao di Indonesia manghadapi tantangan yang semakin keras dari segi rendahnya mutu, produktivitas dan efisiensi mulai dari produksi sampai dengan pemasaran.
Kakao biji Indonesia harus mampu bersaing dengan produk kakao sejenis dari negara lain. Jika kakao biji Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional diharapkan akan lebih banyak lagi negara yang membutuhkan kakao biji dari Indonesia dan produsen akan lebih bersemangat untuk memproduksi kakao biji dengan mutu yang lebih baik dan biaya produksi yang cukup rendah sehingga pada harga-harga yang terjadi di pasar internasional dapat diproduksi dan dipasarkan oleh produsen dengan memperoleh laba yang mencukupi, sehingga dapat mempertahankan kelangsungan produksinya.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
 keunggulan komparatif adalah suatu keunggulan yang dimiliki oleh suatu organisasi untuk dapat membandingkannya dengan yang lainnya. Dengan mengacu arti tersebut, kami berpendapat, bahwa keunggulan komparatif, adalah keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh organisasi seperti SDM, fasilitas, dan kekayaan lainnya, yang dimanfaatkan untuk mencapai tujuan organisasi atau perpaduan keuanggulan beberapa organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Contoh, beberapa instansi/lembaga  pemerintahan, dengan memanfaatkan segala keuanggulan yang dimilikinya, dan mereka mempunyai satu tujuan bersama, yakni untuk mewujudkan VISI dan MISI yang telah dibuatnya bersama-sama
Oleh sebab itu, jelaslah bahwa keunggulan komparatif, bagaimana untuk mencapai tujuan bersama dengan segala keunggulan yang dimiliki baik oleh organisasi maupun terhadap organisasi lainnya, sedangkan keunggulan kompetitif, bagaimana memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh organisasi untuk bisa mendapatkan tujuan organisasi, dengan cara berkompetisi dengan organisasi lainnyakarenaRicardo hanya melihat Inggris dan negara-negara maju plus Amerika Latindalam penyusunan teorinya tersebut.Pada masa Ricardo, belum ada pengamatan serius dan mendalam yangmengarah pada negara-negara di Dunia Ketiga. Wajar jika ketika negara-negaradi Dunia Ketiga mulai masuk dalam struktur ekonomi-politik internasional ada beberapa hal dari teori perbandingan komparatif Ricardoyang menimbulkan berbagai kerugian di pihak negara-negara Dunia Ketiga.

B.     SARAN
Di dalam penulisan makalah ini sangat banyak sekali yang harus di perhatikan contohnya di dalam pembangunan ekonomi kita seharusnya terapan yang harus di perhatikan adalahbagaimana pemerintah dan masarakat membangun ekonomi yang lebih baik, karena di sinilah kita dapat mengetahui apa yang harus di lakukan atau upayah-upayah yang di lakukan pemerintah dalam meningkatkan ekonomi kita.

1 komentar:

  1. Thanks for providing such a great article, it was excellent and very informative.
    as a first time visitor to your blog I am very impressed.
    Economics :)

    BalasHapus