.

Total Tayangan Laman

WARNINGGGG !!!!!!!!!!!!!! Jangan DiCopas (Copy Paste) Ya..Hanya Untuk Dijadikan Referensi Aja Ya Mas & Mba Broo...Awas Hindari Tu Yang Namanya Copy Paste

Digital clock

Sabtu, 01 Desember 2012

ADMINISTRASI DAN AKUNTANSI DALAM KOPERASI


BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dimana pengertian Koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 ialah badanusaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskankegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.Secara sederhana koperasi merupakan perkumpulan yang beranggotakanorang-orang atau badan-badan hukum tersendiri yang mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan bukan merupakan pemusatan modal atau merupakan kebendaan.Koperasi juga merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial milik bersamapara anggota, pengurus maupun pengelola.

Sejalan dengan semakin strategisnya peran koperasi dalam membangun ekonomi kerakyatan, maka yang perlu diperkuat adalah bagaimana membangun sistem keuangan koperasi, guna menyempurnakan sistem keuangan yang sudah ada dan telah dilaksanakan. Sistem keuangan koperasi merupakan salah satu subsistem dalam pembangunan koperasi secara umum agar koperasi mampu sebagai sokoguru dalam perekonomian nasional dan mendorong koperasi sejajar dengan badan usaha lain. Tentu saja, untuk membangun sistem keuangan koperasi yang sehat  dan akuntabel, pengelola keuangan  koperasi harus memahami administrasi  pengelolaan  keuangan termasuk dasar-dasar akuntansi.

            diperluas dengan aspek lainnya yaitu aspek organisasi, tata laksana, usaha, danekonomi diluar laporan keuangan sesuai dengan lingkup perjanjian penugasan.Pemeriksaan koperasi bertujuan untuk memberikan pendapat atas kewajaranpenyajian laporan keuangan koperasi yang sesuai dengan prinsip akuntansi Indonesiayang diterapkan secara konsisten.Dan memberikan saran perbaikan atas aspek organisasi, tata laksana, usahadan ekonomi dalam kaitannya dengan pelaksanaan asas dan sendi dasar koperasi.Ruang lingkup pemeriksaan laporan keuangan koperasi adalah neraca,perhitungan hasil usaha, laporan perubahan posisi keuangan dan catatan asas laporankeuangan, serta laporan keuangan kekayaan bersih sebagai laporan keuangantambahan. Ruang lingkup ini dapat diperluas tergantung pada perjanjian penugasanyang dibuat oleh pemberi tugas dengan Koperasi Jasa Audit atau Kantor AkuntanPublik.Surat penugasan berisi antara lain sifat pemeriksaan, ruang lingkuppemeriksaan serta tanggung jawab dan kewajiban masing-masing pihak.Ruang lingkup pemeriksaan aspek lain di luar laporan keuangan mencakuppengkajian, pengujian, dan penilaian terhadap aspek organisasi, tata laksana, usahadan ekonomi dalam kaitannya dengan pelaksanaan asas dan sendi dasar koperasi.Pemeriksaan ini dapat menindentifikasikan kelemahan dan kekuatan aspek tata laksanadan usaha koperasi yang diberikan serta memberikan saran perbaikan.Penilaian sistem pengawasan intern koperasi.

B. Rumusan Masalah

dari pemaparan latar belakang di atas yang berkaitan dengan administrasi dan akutansi dalam koperasi, maka rumusan masalah makalah ini adalah sebagai berikut :
1.Apa pengertian dari koperasi?
2.Bagaimana system pembukuan dalam administrasi koperasi?
3.Bagaimana sistem akutansi tersebut?

C. Tujuan
Sebagai mahasiswa, tujuan kami membuat makalah ini tidak lain untuk menyegarkan ingatan kita kembali ingatan kita tentang manajemen koperasi, khususnya mengenai administrasi dan akutansi dalam koperasi karena sebelumnya kita sudah mempelajarinya saat kita duduk di bangku sma. Selain itu kami membuat makalah ini untuk menambah pengetahuan kita mengenai manajemen koperasi, Selain itu juga pembuatan makalah ini tidak terlepas dari tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah manajemen koperasi.


BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian koperasi
Pengertian Koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 ialah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskankegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.Secara sederhana koperasi merupakan perkumpulan yang beranggotakanorang-orang atau badan-badan hukum tersendiri yang mengabdi kepada kepentinganperikemanusiaan bukan merupakan pemusatan modal atau merupakan kebendaan.Koperasi juga merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola.
         Aktivitas usaha koperasi dilaksanakan secara bertahap, sejak didirikan dalam skala kecil terus berkembang dalam skala yang lebih besar. Skala usaha yang semakin besar  dengan berbagai aktivitasnya yang semakin banyak itu menghendaki adanya suatu pengelolaan sistem administrasi koperasi yang lebih baik. Hal ini menjadi semakin penting, mengingat bahwa koperasi memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan perusahaan  pada umumnya. Koperasi beranggotakan orang-orang yang menjalankan usaha bersama  berdasar asas kekeluargaan. Dalam menjalankan usahanya, koperasi dapat mendirikan  dan memiliki perusahaan atau unit-unit usaha yang langsung berada di bawah tanggung jawab pengurus koperasi. Koperasi beserta perusahaan atau unit-unit usaha yang  dimilikinya merupakan suatu kesatuan akuntansi  (the accounting entity). Apabila sistem  administrasi koperasi tidal( dilaksanakan dengan baik, maka hal ini bukan hanya menggangu  aktivitas usaha koperasi, tetapi juga menghambat pengembangan perusahaan atau unit- unit usaha koperasi, yang pada akhirnya akan mengancam kelangsungan hidup koperasi  itu sendiri.
 Administrasi Koperasi.

         Administrasi koperasi sangat penting bagi koperasi dalam melakukan kegiatan  operasionalnya, karena administrasi koperasi dapat berfungsi untuk memberikan kejelasan  dari tujuan yang ingin dicapai. Dalam Pasal 1 Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 disebutkan bahwa koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan ekonomi anggota pada khususnya dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Pernyataan ini mengandung arti bahwa meningkatkan kesejahteraan anggota adalah menjadi program utama koperasi melalui pelayanan usaha..Jadi, pelayanan anggota merupakan prioritas utama koperasi dibandingkan dengan masyarakat umum.
        Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program pelayanan kepada anggota tersebut, maka koperasi dituntut memiliki suatu sistem administrasi yang baik. Menurut Pedoman Kelembagaan dan Usaha Koperasi (2000), administrasi koperasi terdiri dari:
 1.  Administrasi Organisasi
     Administrasi organisasi merupakan suatu sistem administrasi yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas keanggotaan, kepengurusan dan pengelolaan koperasi.
2.   Administrasi Usaha
     Administrasi usaha merupakan suatu sistem administrasi yang berhubungan dengan pengelolaan usaha  (business) koperasi.
        Dalam praktik perkoperasian, baik administrasi organisasi maupun administrasi usaha koperasi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Keduanya terikat dalam hubungan timbal balik, dalam artian administrasi organisasi menjadi instrumen fundamental bagi terselenggaranya administrasi usaha, sebaliknya administrasi usaha menjadi semacam "ujung tombak" bagi keberhasilan administrasi organisasi.Agar sistem administrasi koperasi dapat berjalan dengan baik maka harus diperhatikan kaidah-kaidah dari sistem administrasi seperti berikut ini (J.C. Rietvelt dalam M.H. Sutrisno, 1982):
 1.  Tugas dan tanggung jawab tiap-tiap pejabat ditetapkan secara tertulis. Perlu dihindari perangkapan tugas, sebab tiap-tiap pejabat telah ditentukan tugasnya secara tertulis sesuai bidangnya masing-masing.
2.   Dalam administrasi harus terdapat prosedur yang tetap.Prosedur merupakan urutan atau cara kerja untuk melakukan sesuatu yang tetap dan berulang-ulang, tujuannya agar pekerjaan dapat dilalcukan secara efektif, efisien, dan ekonomis.
 3.  Tulis-menulis yang banyak harus dihindarkan.Dalam praktik, banyak dijumpai pegawai pembukuan menyalin secara lengkap seluruh faktur pembelian dan faktur penjualan ke dalam buku harian. Hal demikian tidak perlu, sebab faktur-faktur itu dapat secara mudah diberi nomor dan jumlahnya dicatat.
 4.   Sistem kearsipan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penempatan arsip yang berisi surat-surat atau bukti-bukti pembukuan ash harus baik, tersusun rapi sesuai urutan waktu, mudah dilihat atau diambil sewaktu-waktu jika  diperlukan.
5.   Harus diadakan pembagian pekerjaan. Pekerjaan administrasi harus dibagi-bagi sehingga tiap-tiap pegawai administrasi memiliki satu macam pekerjaan yang berbeda dengan pegawai lainnya, baik ditinjau dari segi efisiensi maupun dari segi penggunaan perlengkapan administrasi. Misalnya: mesin hitung, mesin ketik, cashregister, komputer, dan lain-lain.
 6.   Pengawasan internal harus terjamin.Pengawasan internal  (internal control) merupakan syarat utama dalam administrasi organisasi, karena dapat mencegah dan menghindarkan bentuk-bentuk ketidakberesan atau penyelewengan dalam kegiatan administrasi.
Administrasi Organisasi
         Dalam penyelenggaraan administrasi organisasi koperasi diperlukan antara lain buku daftar anggota, buku daftar pengurus dan pengawas, buku simpanan anggota, kartu anggota, buku notulen rapat-rapat pengurus dan rapat anggota. Buku daftar anggota memuat nomor unit anggota, nama lengkap, umur, jenis kelamin, mata pencaharian, tempat tinggal, tanggal masuk menjadi anggota, cap ibu jari tangan atau tanda tangan anggota.




























  1.  SISTEM PEMBUKUAN DALAM ADMINISTRASI KOPERAS1

            Dalam daftar anggota ditandatangani ketua dan tanggal berhentinya anggota dan memuat catatan tentang penyebab berhentinya anggota.  Buku daftar pengurus dan pengawas antara lain berisi jumlah dan susunan nama lengkap pengurus dan pengawas, periode masa bakti pengurus dan pengawas, tugas, wewenang, dan tanggung jawab pengurus dan pengawas. Buku simpanan anggota memuat antara lain nama dan nomor anggota beserta, alamat, dan jumlah transaksi ekonomi anggota atau posisi simpanan anggota.
        Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam rapat pengurus antara lain adalah:
 1.  Pembacaan notulen rapat terakhir.
2.   Membahas berbagai macam surat penting yang masuk.
3.   Melaporkan perkembangan terakhir kondisi keuangan.
4.   Melaporkan dan mengevaluasi pelaksanaan kerja selama Mi.
5.   Mendiskusikan rencana kerj a / usaha yang akan dilakukan.
6.   Membicarakan rencana pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).
7.   Membahas persiapan rapat anggota.
8.   Hal-hal lain yang dirasa relevan.
Hasil laporan tertulis dari pengawas tentang pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi disusun dan disimpan serta dipersiapkan untuk disampaikan ke rapat anggota. Mengingat bahwa pengawas meneliti catatan serta menguji kebenaran harta, hak, dan kewajiban yang dimiliki koperasi, maka jabatan ini tidak boleh dirangkap, apalagi dirangkap oleh pengurus. Untuk meningkatkan efisiensi, pengelolaan yang bersifat terbuka, dan melindungi pihak yang berkepetingan, koperasi atas permintaan pengawas dapat meminta jasa audit untuk melakukan pemeriksaan  (auditing) terhadap laporan keuangan atau lainnya.
        Setiap koperasi harus mempunyai kantor dengan perlengkapannya, dengan nama  dan alamat lengkap koperasi serta memasang papan nama koperasi sesuai ketentuan yang  berlaku. Di dalam kantor tersebut diperlihatkan susunan pengurus yang duduk dalam organisasi pada periode yang bersangkutan dan jika ada, susunan manajer beserta seluruh staf dan karyawannya ditulis dalam sebuah "poster" atau papan berukuran cukup besar.
        Untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional koperasi juga diperlukan pula perlengkapan kantor yang antara lain terdiri dari mesin ketik, brankas, alat tulis kantor  (ATK),filling cabinet,  komputer, rak buku, meja kursi, lemari, dan telepon atau alat komunikasi lain. Semua perlengkapan tersebut dicatat dalam sebuah buku daftar inventaris.  Memang perlengkapan kantor seperti di atas merupakan hal kecil, namun keberadaan  perlengkapan kantor juga menunjukkan kemampuan administrasi pengurus dalam mengelola koperasi.
 Administrasi Usaha
        Dalam mengelola administrasi usaha koperasi, pengurus menyelenggarakan pembukuan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Menurut pendapat Henry Simamora (2000), akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian kejadian-kejadian ekonomi suatu organisasi (perusahaan ataupun bukan  perusahaan) kepada para pemakai informasi yang berkepentingan.
        Akuntansi (accounting) berbeda dengan tata buku (book-keeping) karena tata buku merupakan fungsi pencatatan dari proses akuntansi.  Tata buku mencatat transaksi ekonomi dan kejadian ekonomi lainnya, sebaliknya akuntansi melibatkan analisis transaksi dan kejadian ekonomi, memutuskan bagaimana melaporkannya dalam laporan keuangan, dan menafsirkan hasil-hasilnya. Dengan demikian, akuntansi memiliki cakupan yang lebih luas daripada tata buku.
       Menurut Niswonger, C. Rollin et al. (1992), sistem akuntansi (accounting system) adalah bidang khusus yang menangani perencanaan dan penerapan prosedur-prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan data keuangan. Dengan kata lain, sistem akuntansi adalah proses terencana untuk menyediakan informasi akuntansi keuangan yang bermanfaat bagi manajemen (Henry Simamora, 2000).
















  1. SISTEM AKUTANSI

Berdasarkan pengertian sistem akuntansi di atas dapat diketahui bahwa sistem  pembukuan adalah bagian dari sistem akuntansi yang khusus menangani pencatatan  transaksi dan kejadian ekonomi yang dipersiapkan untuk penyusunan laporan keuangan.  Salah satu sistem pembukuan yang baik dikenal dengan sistem tata buku berpasangan  (double entry system), yaitu pencatatan yang menunjukkan keseimbangan debet dan kredit untuk setiap transaksi. Keseimbangan antara jumlah debet yang selalu sama dengan jumlah kredit ini merupakan "aturan umum" mengenai debet dan kredit (Niswonger, C. Rollin et  al., 1992). "Aturan umum" tentang keseimbangan debet dan kredit tersebut dapat diilustrasikan secara ringkas sebagai berikut:
Judul Perkiraan


SW KM = DEBET                            Sisi Kanan = KREDIT


Menambah perkiraan aktiva                        Mengurangi perkiraan aktiva
Mengurangi perkiraan kewajiban                   Menambah perkiraan kewajiban
Mengurangi perkiraan modal pemilik               Menambah perkiraan modal pemilik


SISTEM PEMBUKUAN DALAM ADMINISTRASI KOPERASI

Neraca Awal                                                               Neraca Alchir
n Aktiva                                                                  n Aktiva
n Kewajiban                                                               n Kewajiban
n Ekuitas Koperasi                                                        n Ekuitas Koperasi


Laporan Arne Kas
n Aktivitas Operasi
n Aktivitas Investasi
n Aktivitas Pendanaan

          Hubungan Dalam Informasi Akuntansi  Dan gambar di atas dapat diketahui adanya hubungan yang saling terkait dari informasi akuntansi keuangan di antara laporan-laporan keuangan sebagai hasil dari transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian bisnis selama periode tertentu. Misalnya: aktiva dari saldo awal neraca dapat dikonsumsi dalam suatu aktivitas yang menghasilkan pendapatan sebagai suatu sumber kas. Informasi akuntansi keuangan yang berkaitan akan mempengaruhi perhitungan hasil usaha (laporan hasil usaha atau laba rugi) maupun laporan arus kas. Informasi yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas bisnis yang menghasilkan pendapatan dalam laporan laba rugi dan dengan laporan anus kas keduanya akan mempengaruhi informasi keuangan akuntansi yang dilaporkan dalam neraca akhir.











BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan

         Aktivitas usaha koperasi dilaksanakan secara bertahap, sejak didirikan dalam skala kecil terus berkembang dalam skala yang lebih besar. Skala usaha yang semakin besar  dengan berbagai aktivitasnya yang semakin banyak itu menghendaki adanya suatu pengelolaan sistem administrasi koperasi yang lebih baik. Hal ini menjadi semakin penting, mengingat bahwa koperasi memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan perusahaan  pada umumnya. Koperasi beranggotakan orang-orang yang menjalankan usaha bersama  berdasar asas kekeluargaan. Dalam menjalankan usahanya, koperasi dapat mendirikan  dan memiliki perusahaan atau unit-unit usaha yang langsung berada di bawah tanggung jawab pengurus koperasi. Koperasi beserta perusahaan atau unit-unit usaha yang  dimilikinya merupakan suatu kesatuan akuntansi  (the accounting entity). Apabila sistem  administrasi koperasi tidal( dilaksanakan dengan baik, maka hal ini bukan hanya menggangu  aktivitas usaha koperasi, tetapi juga menghambat pengembangan perusahaan atau unit- unit usaha koperasi, yang pada akhirnya akan mengancam kelangsungan hidup koperasi  itu sendiri.
        Dalam mengelola administrasi usaha koperasi, pengurus menyelenggarakan pembukuan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Menurut pendapat Henry Simamora (2000), akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, dan pengkomunikasian kejadian-kejadian ekonomi suatu organisasi (perusahaan ataupun bukan  perusahaan) kepada para pemakai informasi yang berkepentingan.
          Akuntansi (accounting) berbeda dengan tata buku (book-keeping) karena tata buku merupakan fungsi pencatatan dari proses akuntansi.  Tata buku mencatat transaksi ekonomi dan kejadian ekonomi lainnya, sebaliknya akuntansi melibatkan analisis transaksi dan kejadian ekonomi, memutuskan bagaimana melaporkannya dalam laporan keuangan, dan menafsirkan hasil-hasilnya. Dengan demikian, akuntansi memiliki cakupan yang lebih luas daripada tata buku.
          Berdasarkan pengertian sistem akuntansi di atas dapat diketahui bahwa sistem  pembukuan adalah bagian dari sistem akuntansi yang khusus menangani pencatatan  transaksi dan kejadian ekonomi yang dipersiapkan untuk penyusunan laporan keuangan.  Salah satu sistem pembukuan yang baik dikenal dengan sistem tata buku berpasangan  (double entry system), yaitu pencatatan yang menunjukkan keseimbangan debet dan kredit untuk setiap transaksi. Keseimbangan antara jumlah debet yang selalu sama dengan jumlah kredit ini merupakan "aturan umum" mengenai debet dan kredit (Niswonger, C. Rollin et  al., 1992). "Aturan umum" tentang keseimbangan debet dan kredit tersebut dapat diilustrasikan secara ringkas.


 B. Saran
        Dilihat dari sisi format sistem akuntansi atau sistem pembukuan, maka laporan keuangan koperasi sebagai badan usaha atau perusahaan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan . yang dibuat oleh badan usaha lain seperti badan usaha swasta dan badan usaha milik negara. Secara umum laporan keuangan meliputi: (1) Neraca;(2) Perhitungan Hasil Usaha atau Laba Rugi; (3) Laporan Arus Kas; (4) Catatan atas laporan keuangan; dan (5) Laporan perubahan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan. Meskipun demikian, mengingat bahwa koperasi memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan perusahaan pada umumnya, maka ada beberapa perbedaan dalam sistem pembukuan dan laporan keuangan yang perlu diperhatikan.
Sebagimana penjelasan dan pemaparan sebelumnya bahwa Manajemen koperasi dan salah satunya adalah tentang Administrasi dan akutansi dalam koperasi, kami sebagai mahasiswa menyarankan kepada rekan-rekan mahasiswa agar memperhatikan dengan teliti dan seksama apa-apa yang dibahas tadi terutama yang terpenting adalah mengenai administrasi dan akutansi dalam koperasi


















DAFTAR PUSTAKA
Arifin Sitio dan Halomoan Tamba, 2001. Koperasi:  Teori dan Praktik, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Hanel, Alfred, 1989. Basic Aspect of Cooperative Organization and Policies for Their Promotion in Developing Countries, Marburg. Henry Simamora, 2000. Akuntanel: Basis Pengambilan Keputusan Binds, Jilid 1,Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Hiro Tugiman, 1996. Akuntansi Untuk Badan Usaha Koperasi, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Kantor Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah Republik Indonesia,2000. Pedoman Kelembagaan dan Usaha Koperasi, Jakarta.
M. H. Sutrisno, 1982. Pengantar Ekonomi Perusahaan,  Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (MI), Yogyakarta.
Niswonger, C. Rollin, et. al. 1992, Accounting Principles,  Sixteenth Edition, Alih Bahasa:
Hyginus Ruswinarto dan Herman Wibowo, Penerbit Erlangga, Jakarta.
 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.27 Tahun 1999 Tentang Akuntansi Perkoperasian.
R. A. Rivai Wirasasmita dan Ani Kenangasari, 1999. Analisa Laporan Keuangan Koperasi, Penerbit Pionir Jaya, Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar